Pantangan setelah thread lift sering jadi pertanyaan, termasuk katanya prosedur facelift jadi salah satu pantangan juga. Pernyataan ini terdengar meyakinkan bagi sebagian orang, tapi benarkah demikian dari sudut pandang medis?
Thread lift dikenal sebagai prosedur minim invasif yang menawarkan efek pengencangan wajah tanpa operasi besar. Di sisi lain, facelift merupakan tindakan bedah dengan hasil yang lebih signifikan dan tahan lama. Sehingga facelift sering dianggap sebagai pantangan setelah thread lift karena punya risiko lebih tinggi. Apa iya?
Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut mitos atau fakta, yuk cari tahu di ulasan berikut!
Apa Itu Thread Lift?
Thread lift atau tanam benang adalah prosedur perawatan estetika yang dilakukan dengan memasukkan benang polypropylene ke dalam lapisan lemak di bawah kulit. Benang ini kemudian ditarik untuk mengangkat kulit dan jaringan wajah yang kendur, sehingga tampilan wajah dan leher terlihat lebih kencang.
Berbeda dengan operasi plastik, thread lift tidak membutuhkan sayatan besar maupun anestesi umum. Prosedurnya relatif cepat, minim tindakan bedah, dan memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat.
Meski begitu, hasil thread lift tidak bersifat permanen. Efek pengencangannya bersifat sementara, meskipun dapat bertahan cukup lama jika dilakukan dengan teknik dan perawatan yang tepat.
1. Tujuan Thread Lift
Tujuan utama thread lift adalah mengencangkan kulit wajah dan membantu memperlambat tanda-tanda penuaan. Penuaan kulit umumnya terjadi akibat berkurangnya produksi kolagen seiring bertambahnya usia. Ketika kolagen menurun, kulit kehilangan elastisitasnya dan mulai mengendur.
Sebuah studi dalam jurnal Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology yang melibatkan 100 pasien menunjukkan bahwa efek tarik benang mulai berkurang pada tahun pertama karena benang secara bertahap larut di dalam kulit. Namun, efek peremajaan kulit akibat stimulasi kolagen dapat bertahan hingga sekitar tiga tahun.
Secara umum, thread lift bertujuan untuk:
- Mengencangkan kulit wajah dan leher.
- Menyamarkan tanda penuaan dini.
- Membantu memperbaiki kontur wajah.
- Memberikan tampilan wajah yang lebih segar tanpa operasi besar.
2. Prosedur Thread Lift
Sebelum Prosedur
Sebelum menjalani thread lift, pasien akan melakukan konsultasi dengan dokter untuk membahas kondisi kulit, area wajah yang akan ditangani, serta hasil yang diharapkan. Pada tahap ini, dokter juga menentukan jenis dan jumlah benang yang akan digunakan.
Thread lift umumnya dilakukan dengan anestesi lokal. Dengan metode ini, pasien tidak akan merasakan nyeri yang signifikan dan tetap dalam kondisi sadar selama prosedur berlangsung.
Proses Tanam Benang
Dokter akan memasukkan benang operasi khusus ke dalam lapisan kulit menggunakan jarum yang sangat tipis. Setelah itu, benang ditarik untuk mengangkat jaringan wajah yang kendur. Area yang sering menjadi fokus antara lain dahi, bawah mata, pipi, garis rahang, hingga leher.
Benang yang ditanam akan menarik jaringan dan otot di bawah kulit, sehingga wajah tampak lebih kencang. Prosedur ini biasanya berlangsung sekitar satu jam, tergantung pada jumlah area dan benang yang digunakan.
Masa Pemulihan Setelah Thread Lift
Setelah prosedur selesai, pasien umumnya bisa langsung pulang tanpa perlu rawat inap. Karena hanya menggunakan anestesi lokal, tidak diperlukan waktu tunggu lama seperti pada anestesi umum.
Pada beberapa hari awal, pasien mungkin mengalami pembengkakan, rasa nyeri ringan, atau kekakuan pada kulit. Kondisi ini tergolong normal dan biasanya akan mereda dalam beberapa hari. Dokter juga sering meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi pasca tindakan.
3. Efek Samping Thread Lift
Meskipun tergolong aman, thread lift tetap memiliki potensi efek samping yang perlu dipahami, terutama dalam konteks pantangan setelah thread lift.
Efek samping yang paling umum adalah bengkak dan nyeri pada area wajah. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang dalam 7 hingga 14 hari. Untuk membantu mengurangi bengkak, dokter sering menyarankan kompres dingin.
Pada sebagian pasien, terutama yang berusia di atas 50 tahun, bisa muncul lipatan atau cekungan pada area tanam benang. Mengacu pada jurnal Aesthetic Plastic Surgery, hal ini berkaitan dengan menurunnya elastisitas kulit sehingga jaringan tidak lagi mampu menyesuaikan diri dengan tarikan benang secara optimal.
Reaksi alergi juga dapat terjadi, meskipun jarang. Gejalanya meliputi kemerahan, ruam, atau pembengkakan pada area kulit. Jika kondisi ini muncul, pasien disarankan segera berkonsultasi dengan dokter.
Apa Itu Facelift?
Facelift adalah prosedur bedah yang bertujuan untuk mengangkat dan mengencangkan jaringan wajah yang mengendur akibat penuaan. Seiring bertambahnya usia, kulit dan jaringan wajah kehilangan elastisitasnya, sehingga muncul kulit kendur, lipatan dalam, dan kontur wajah yang menurun.
Facelift difokuskan pada dua pertiga bagian bawah wajah, termasuk area pipi, rahang, dan sering kali leher. Prosedur ini tidak secara khusus ditujukan untuk mengatasi kerutan halus atau warna kulit yang tidak merata, tetapi mampu memberikan perbaikan signifikan pada struktur wajah.
Baca juga: Facelift Adalah Prosedur yang Berbeda dengan Tanam Benang, Apa Bedanya?
1. Tujuan dan Manfaat Facelift
Tujuan facelift adalah mengembalikan tampilan wajah agar terlihat lebih kencang dan awet muda. Prosedur ini dapat membantu mengatasi:
- Pipi yang terlihat kendur.
- Kelebihan kulit di rahang bawah.
- Lipatan kulit dalam dari hidung ke sudut mulut.
- Kulit kendur dan lemak berlebih di leher.
Manfaat facelift antara lain hasil yang lebih tahan lama dibandingkan prosedur non-bedah, perbaikan signifikan pada wajah yang mengendur, serta peningkatan rasa percaya diri karena tampilan wajah yang terlihat lebih muda.
2. Prosedur Facelift
Facelift diawali dengan pemberian anestesi, baik anestesi umum maupun sedasi intravena. Setelah itu, dokter akan membuat sayatan di beberapa area, seperti garis rambut, sekitar telinga, kulit kepala bagian bawah, bawah dagu, atau di dalam mulut, tergantung jenis tindakan yang dilakukan.
Melalui sayatan tersebut, dokter akan melakukan reposisi jaringan wajah, mengencangkan otot, serta menghilangkan kelebihan kulit dan lemak. Setelah selesai, sayatan akan ditutup menggunakan jahitan larut, jahitan biasa, atau lem kulit.
3. Pemulihan dan Risiko Facelift
Masa pemulihan facelift bervariasi pada setiap individu, namun umumnya lebih lama dibandingkan thread lift. Pasien disarankan untuk cukup istirahat, menghindari aktivitas berat, dan rutin kontrol ke dokter.
Seperti prosedur bedah lainnya, facelift memiliki risiko seperti infeksi, perdarahan, bekas luka yang terlihat, perubahan sensasi kulit, hingga kerusakan saraf wajah meskipun jarang terjadi. Oleh karena itu, konsultasi menyeluruh dengan dokter bedah sangat penting sebelum menjalani prosedur ini.
Baca juga: Apakah Face Lift Artinya Aman untuk Anda? Ini Dia Cara untuk Meminimalisir Risiko
Mitos atau Fakta: “Kalau Sudah Thread Lift, Tidak Bisa Facelift?”
Anggapan bahwa facelift menjadi pantangan setelah menjalani thread lift adalah salah satu miskonsepsi paling umum di dunia estetika wajah. Banyak pasien datang dengan kekhawatiran bahwa jika mereka melakukan tanam benang sekarang, maka pintu untuk facelift akan tertutup selamanya. Padahal secara medis, anggapan ini tidak benar.
Awal Mula Mitos Muncul
Mitos ini kemungkinan besar berasal dari pengalaman masa lalu dengan teknologi thread lift generasi lama. Dahulu, beberapa prosedur tanam benang menggunakan benang permanen atau non-dissolvable dengan kait (barbed sutures) yang tidak dapat diserap tubuh.
Benang jenis ini berpotensi menimbulkan jaringan parut berlebih dan komplikasi, sehingga dapat menyulitkan prosedur bedah wajah di kemudian hari.
Namun, teknologi thread lift modern sudah sangat berbeda. Saat ini, benang yang paling umum digunakan adalah PDO threads (polydioxanone), yaitu material yang telah digunakan selama puluhan tahun dalam dunia bedah sebagai benang jahit yang aman dan dapat diserap tubuh.
Fakta Medis Tentang PDO Threads dan Facelift
PDO threads terbuat dari polydioxanone, bahan biodegradable dan biokompatibel yang akan larut sepenuhnya di dalam tubuh. Setelah ditanam di bawah kulit, benang ini memberikan efek lifting instan sekaligus merangsang produksi kolagen alami. Seiring waktu, benang akan terurai secara perlahan dan diserap tubuh, biasanya dalam rentang waktu 6 hingga 12 bulan.
Yang tersisa setelah benang larut adalah kolagen baru yang terbentuk selama proses penyembuhan. Kolagen inilah yang justru bisa memperbaiki kualitas kulit. Ini alasan mengapa thread lift tidak menjadi penghalang untuk facelift di masa depan.
Thread Lift sebagai Bagian dari Rencana Jangka Panjang
Dalam praktik klinis modern, thread lift justru sering dianggap sebagai bagian dari strategi peremajaan wajah jangka panjang. Prosedur ini cocok untuk pencegahan, penyegaran tampilan, atau perbaikan ringan hingga sedang. Ketika proses penuaan berlanjut dan kebutuhan estetika berubah, facelift tetap bisa menjadi pilihan berikutnya.
Kesimpulan dari pernyataan “kalau sudah thread lift, tidak bisa facelift” adalah mitos, bukan fakta. Dengan perencanaan yang tepat dan dilakukan oleh dokter berpengalaman, thread lift tidak menutup opsi bedah wajah di masa depan.
Waktu Ideal Antara Thread Lift dan Facelift
Meskipun thread lift bukan penghalang untuk facelift, tetap ada pertimbangan waktu yang penting. Dokter umumnya akan menunggu hingga benang PDO benar-benar larut dan jaringan wajah stabil sebelum melakukan facelift.
Pada kebanyakan kasus, facelift baru dipertimbangkan setelah:
- Efek benang mulai menurun.
- Tidak ada peradangan aktif.
- Struktur jaringan wajah sudah kembali stabil.
Rentang waktunya bisa berbeda pada tiap individu, tetapi umumnya berkisar antara 12 hingga 18 bulan setelah thread lift, tergantung kondisi kulit, usia, dan respons tubuh terhadap benang.
Tips Menjalani Thread Lift Agar Aman untuk Facelift di Masa Depan
Agar hasil tanam benang optimal dan tidak menimbulkan masalah jika suatu hari kamu ingin menjalani facelift, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sejak awal, yaitu:
1. Persiapan Sebelum Tindakan Thread Lift
Persiapan yang baik akan membantu proses penyembuhan dan meminimalkan risiko komplikasi. Sebelum menjalani thread lift, pastikan kamu:
- Berkonsultasi secara menyeluruh dengan dokter terkait kondisi kulit, riwayat kesehatan, dan rencana perawatan jangka panjang. Kamu bisa bekerja sama dengan medical concierge seperti Beutrip yang akan bantu mulai dari proses konsultasi awal hingga pasca tindakan agar dapat berjalan smooth dan sesuai ekspektasi.
- Hindari merokok dan konsumsi alkohol setidaknya dua minggu sebelum tindakan.
- Menunda perawatan gigi, facial, atau perawatan panas seperti sauna dan spa setidaknya empat minggu.
- Menghindari vaksinasi dan tindakan medis elektif lainnya menjelang prosedur.
- Mengurangi konsumsi pengencer darah non-esensial seperti aspirin, fish oil, dan suplemen tertentu sesuai anjuran dokter.
Baca juga: Operasi Plastik di Korea: Bagaimana Beutrip Membantu Pasien dari Indonesia?
Langkah-langkah ini membantu menurunkan risiko perdarahan, pembengkakan berlebih, dan gangguan penyembuhan jaringan.
2. Perawatan 24 Jam Pertama Setelah Thread Lift
24 jam pertama merupakan fase krusial dalam proses penyembuhan. Pada periode ini, fokus utama adalah memberi waktu bagi kulit untuk beristirahat dan memulai regenerasi alami.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Sensasi tertarik dan nyeri ringan adalah hal yang normal.
- Kompres dingin dapat dilakukan setiap 30 menit untuk mengurangi bengkak, tanpa menempelkan es langsung ke kulit.
- Hindari menyentuh atau menekan area masuknya benang.
- Jangan memakai makeup setidaknya selama 12 jam.
- Hindari berbaring setidaknya selama empat jam setelah tindakan.
- Beberapa dokter menyarankan untuk tidak mencuci wajah atau rambut selama 24 jam pertama.
Meski terlihat banyak pantangan setelah thread lift di tahap ini, semuanya bertujuan melindungi kulit yang masih sangat sensitif.
3. Beberapa Hari Pertama Pasca Thread Lift
Pada beberapa hari pertama, jaringan wajah masih dalam tahap awal penyembuhan. Meskipun downtime relatif singkat dibandingkan facelift, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Anjuran umumnya meliputi:
- Tidur telentang untuk mencegah tekanan berlebih dan pergeseran benang.
- Mengonsumsi antibiotik jika diresepkan dokter.
- Menggunakan obat pereda nyeri sesuai anjuran, seperti paracetamol.
- Menghindari pijat wajah, masker dengan teknik pijat, atau perawatan yang melibatkan tekanan pada wajah.
- Datang ke jadwal kontrol untuk memantau proses penyembuhan.
Jika muncul tanda infeksi seperti demam, nyeri hebat, atau kemerahan berlebihan, segera hubungi dokter.
4. Beberapa Minggu ke Depan Pasca Thread Lift
Dalam beberapa minggu hingga bulan setelah thread lift, hasil akan mulai terlihat lebih jelas seiring berkurangnya pembengkakan. Namun, fase ini tetap membutuhkan perhatian agar benang bekerja optimal dan jaringan wajah pulih sempurna.
Hal yang disarankan:
- Menghindari olahraga berat selama beberapa minggu.
- Menjauhi sauna, hot tub, dan perawatan wajah dengan uap.
- Menghindari konsumsi alkohol setidaknya selama satu bulan.
- Tidak mengorek keropeng kecil yang mungkin muncul.
- Menunda perawatan gigi selama tiga hingga empat minggu.
- Menghindari ekspresi wajah berlebihan.
- Berhenti merokok setidaknya selama empat minggu karena nikotin menghambat penyembuhan.
Dengan perawatan pasca tindakan yang tepat, hasil thread lift akan lebih stabil, kulit lebih sehat, dan kondisi wajah menjadi lebih ideal jika suatu hari kamu mempertimbangkan facelift.
Baca juga: Mana Saja Destinasi Wisata Korea yang Wajib Dikunjungi Sehabis Oplas?
Kesimpulan: Facelift Termasuk Pantangan Setelah Thread Lift atau Tidak?
Setelah memahami secara menyeluruh tentang thread lift, facelift, serta fakta medis di balik keduanya, bisa disimpulkan bahwa facelift bukanlah pantangan setelah thread lift. Anggapan bahwa seseorang tidak bisa menjalani facelift setelah tanam benang adalah mitos yang tidak sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran estetika saat ini.
Dalam konteks ini, pantangan setelah thread lift bukan berarti larangan untuk melakukan facelift selamanya. Yang perlu diperhatikan adalah waktu, kondisi jaringan wajah, dan kesiapan tubuh, bukan jenis prosedurnya. Facelift tetap bisa dilakukan selama benang sudah larut, peradangan mereda, dan evaluasi medis menunjukkan kondisi yang aman untuk operasi.
Alih-alih takut mencoba, yang paling penting adalah memahami prosedur, mengikuti anjuran dokter, dan memilih perawatan sesuai kebutuhan kulitmu saat ini. Kamu bisa berkonsultasi dulu dengan beauty consultant Beutrip untuk mencari tahu prosedur yang tepat, dan klinik terbaik untuk prosedur yang dipilih.
Apalagi untuk periode keberangkatan Januari – Maret 2026, ada banyak promo menarik yang bisa kamu temukan di sini. Tunggu apa lagi?