Hubungi Kami

Face Contouring dan Face Lift: Ini Perbedaan Antara Keduanya

Face contouring jadi salah satu prosedur estetika yang semakin populer, terutama di kalangan orang yang ingin memiliki bentuk wajah lebih tegas, simetris, atau tampak lebih proporsional. Namun, masih banyak yang mengira prosedur ini sama dengan face lift karena keduanya sama-sama bertujuan memperbaiki penampilan wajah.

Supaya tidak salah memilih prosedur, penting untuk memahami perbedaan keduanya secara detail. Simak ulasannya berikut ini!

Apa Itu Face Contouring?

Face contouring adalah prosedur bedah estetika yang bertujuan membentuk ulang struktur wajah agar terlihat lebih proporsional, simetris, dan sesuai dengan bentuk wajah yang diinginkan. Tindakan ini biasanya dilakukan pada area tulang rahang, tulang pipi, atau dagu untuk menciptakan kontur wajah yang lebih tegas maupun lebih tirus.

Berbeda dengan treatment wajah biasa yang hanya bekerja di permukaan kulit, prosedur ini melibatkan perubahan pada struktur tulang dan jaringan wajah. Itulah alasan hasilnya cenderung lebih dramatis dan tahan lama.

Dalam banyak kasus, operasi dilakukan melalui sayatan di dalam mulut sehingga bekas luka tidak terlihat dari luar. Teknik ini juga membantu menjaga tampilan wajah tetap natural setelah pemulihan selesai.

Tujuan Prosedur Face Contouring

Setiap orang memiliki alasan berbeda saat menjalani prosedur ini. Ada yang ingin mempertegas garis rahang, memperkecil wajah yang dianggap terlalu lebar, hingga memperbaiki ketidakseimbangan bentuk wajah.

Beberapa tujuan face contouring yang paling umum antara lain:

  • Membentuk wajah agar terlihat lebih simetris
  • Mengurangi kesan wajah kotak atau terlalu lebar
  • Membuat garis rahang lebih tegas
  • Menyesuaikan bentuk dagu dengan proporsi wajah
  • Mengurangi tulang pipi yang terlalu menonjol
  • Membantu menciptakan tampilan wajah v-line

Sifat prosedurnya sangat personal, sehingga dokter biasanya akan menyesuaikan tindakan dengan anatomi dan kondisi wajah masing-masing pasien.

Baca juga: Face Contour di Korea: 5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Operasi

Jenis Prosedur Face Contouring 

Face contouring bukan hanya satu jenis operasi. Ada beberapa prosedur yang dapat dilakukan tergantung area wajah yang ingin dibentuk, seperti:

1. Malar Augmentation atau Malar Reduction

Prosedur ini dilakukan pada tulang pipi. Tujuannya bisa untuk memperbesar tulang pipi yang terlalu datar atau justru mengurangi tulang pipi yang terlalu menonjol dan membuat wajah terlihat lebar.

Pada beberapa orang, tulang pipi yang terlalu tinggi dapat memberikan kesan wajah keras. Sebaliknya, pipi yang terlalu datar juga bisa membuat wajah tampak kurang berdimensi. Dokter biasanya akan menentukan bentuk ideal berdasarkan proporsi keseluruhan wajah.

2. Mandibuloplasty (Operasi Rahang)

Mandibuloplasty merupakan prosedur pembentukan ulang tulang rahang bawah. Tindakan ini cukup populer pada orang yang ingin mendapatkan tampilan wajah lebih ramping atau V-line.

Dokter dapat melakukan pengikisan, pemotongan, atau pembentukan ulang tulang rahang sesuai kebutuhan pasien. Selain memperhalus bentuk wajah, prosedur ini juga dapat membantu menciptakan garis rahang yang lebih tegas dan seimbang.

Pada beberapa kasus, operasi rahang juga dilakukan untuk mengurangi kesan wajah terlalu kotak.

3. Genioplasty

Genioplasty adalah prosedur pembentukan dagu untuk menciptakan proporsi wajah yang lebih harmonis. Tindakan ini dapat dilakukan dengan memajukan dagu, memundurkan dagu, atau mengubah ukurannya.

Dagu memiliki peran penting dalam keseimbangan profil wajah. Bentuk dagu yang terlalu pendek, terlalu maju, atau tidak simetris dapat memengaruhi keseluruhan tampilan wajah.

Itulah sebabnya genioplasty sering menjadi bagian penting dalam prosedur face contouring.

Prosedur Tambahan

Dalam beberapa kondisi, dokter dapat mengombinasikan operasi dengan prosedur tambahan agar hasil wajah terlihat lebih optimal.

Beberapa tindakan tambahan yang cukup sering dilakukan antara lain:

  • Buccal fat removal atau pengangkatan lemak bukal
  • Sedot lemak area leher
  • Pengencangan jaringan wajah tertentu
  • Penyesuaian jaringan lunak wajah

Kombinasi prosedur biasanya disesuaikan dengan kondisi anatomi pasien dan hasil akhir yang ingin dicapai.

Bagaimana Prosedur Face Contouring Dilakukan?

Sebelum operasi dilakukan, pasien biasanya menjalani konsultasi menyeluruh untuk mengevaluasi struktur tulang wajah, kondisi kulit, hingga bentuk wajah secara keseluruhan.

Dokter kemudian menentukan teknik operasi yang paling sesuai. Pada prosedur bedah, tindakan umumnya dilakukan menggunakan anestesi umum lantaran melibatkan area tulang wajah.

Secara garis besar, tahapan prosedur meliputi:

  • Pemeriksaan kondisi kesehatan pasien
  • Analisis proporsi dan struktur wajah
  • Penandaan area operasi
  • Proses pembentukan ulang tulang wajah
  • Penutupan luka operasi
  • Pemantauan selama masa pemulihan

Tindakan yang dilakukan melalui area dalam mulut membuat banyak pasien memilih prosedur ini lantaran bekas lukanya lebih tersembunyi.

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjalani Face Contouring

Meskipun hasil akhirnya bisa sangat memuaskan, prosedur ini tetap membutuhkan proses pemulihan yang tidak sebentar. Pasien perlu memahami bahwa hasil tidak akan terlihat secara instan.

Beberapa hal penting yang perlu diketahui sebelum menjalani operasi antara lain:

  • Wajah biasanya mengalami pembengkakan cukup signifikan selama 5 – 7 hari pertama.
  • Area rahang dapat terasa kencang atau kebas akibat proses regenerasi saraf.
  • Mengunyah sering terasa tidak nyaman pada minggu awal pemulihan.
  • Pasien biasanya dianjurkan menjalani liquid diet atau makanan lunak selama sekitar 1 bulan.
  • Bentuk wajah akhir baru terlihat jelas setelah pembengkakan benar-benar mereda.

Pada sebagian besar pasien, hasil mulai terlihat lebih natural setelah 3 – 6 bulan. Namun, hasil akhir yang benar-benar stabil umumnya baru terlihat setelah sekitar 1 tahun. Kesabaran jadi salah satu hal paling penting selama masa recovery.

Apa Itu Face Lift?

Face lift adalah prosedur bedah estetika yang bertujuan mengencangkan kulit dan jaringan wajah yang mulai turun akibat proses penuaan. Tindakan ini biasanya dilakukan untuk mengurangi kerutan, mengencangkan garis rahang, serta membuat wajah terlihat lebih muda dan segar.

Berbeda dengan face contouring yang fokus membentuk struktur tulang wajah, face lift lebih berfokus pada pengencangan jaringan lunak seperti kulit, lemak, dan otot wajah. Prosedur ini tidak mengubah bentuk tulang rahang atau tulang pipi, melainkan memperbaiki tampilan wajah yang mulai kendur.

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin pada kulit akan menurun. Kondisi tersebut membuat kulit kehilangan kekencangannya sehingga muncul tanda-tanda penuaan, seperti:

  • Pipi turun
  • Garis senyum semakin dalam
  • Kulit rahang mengendur
  • Muncul lipatan di area leher
  • Kontur wajah terlihat kurang tegas

Face lift dilakukan untuk membantu memperbaiki perubahan tersebut agar wajah tampak lebih kencang tanpa mengubah karakter asli wajah secara berlebihan.

Baca juga: 5 Kelebihan Melakukan Facelift atau Operasi Wajah di Korea Selatan

Area yang Biasanya Ditangani dalam Face Lift

Face lift dapat dilakukan pada beberapa area sekaligus tergantung kebutuhan pasien. Dokter biasanya akan menyesuaikan teknik operasi berdasarkan tingkat kekenduran kulit dan kondisi wajah.

Beberapa area yang paling sering ditangani meliputi:

1. Area Pipi dan Tengah Wajah

Penuaan sering membuat jaringan pipi turun sehingga wajah terlihat lelah atau cekung. Face lift membantu mengangkat kembali jaringan di area tengah wajah agar tampak lebih penuh dan segar.

Perbaikan di area ini juga membantu mengurangi garis senyum yang terlalu dalam.

2. Garis Rahang

Kulit kendur di sekitar rahang dapat membuat kontur wajah terlihat tidak tegas. Kondisi ini sering disebut sebagai jowl atau penumpukan jaringan di garis rahang.

Melalui face lift, dokter dapat mengencangkan jaringan di area bawah wajah agar garis rahang terlihat lebih rapi dan terdefinisi.

3. Area Leher

Tidak sedikit pasien yang mengalami kulit leher mengendur seiring bertambahnya usia. Face lift sering dikombinasikan dengan neck lift untuk membantu mengurangi lipatan dan membuat area leher terlihat lebih kencang.

Kombinasi ini biasanya memberikan hasil yang lebih seimbang antara wajah dan leher.

Jenis-Jenis Prosedur Face Lift

Face lift memiliki beberapa teknik berbeda. Pemilihannya tergantung kondisi kulit, usia pasien, dan hasil akhir yang diinginkan.

1. Traditional Face Lift

Traditional face lift merupakan teknik yang paling menyeluruh. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk mengatasi tanda penuaan yang cukup signifikan pada area wajah dan leher.

Sayatan umumnya dibuat di sekitar garis rambut dan belakang telinga agar bekas luka lebih tersembunyi.

Dokter kemudian akan:

  • Mengangkat jaringan wajah
  • Mengencangkan otot dan lapisan dalam wajah
  • Menghilangkan kelebihan kulit
  • Menata ulang posisi jaringan wajah

Teknik ini biasanya memberikan hasil yang lebih tahan lama dibandingkan metode yang lebih ringan.

2. Mini Face Lift

Mini face lift dilakukan pada pasien dengan tanda penuaan yang masih ringan hingga sedang. Sayatan yang digunakan lebih kecil dan area tindakan biasanya lebih terbatas pada bagian bawah wajah.

Pemulihannya cenderung lebih cepat dibandingkan traditional face lift. Namun, hasilnya juga tidak sedramatis prosedur yang lebih menyeluruh.

3. Mid Face Lift

Mid face lift fokus pada area pipi dan bawah mata. Teknik ini bertujuan mengangkat jaringan wajah bagian tengah agar tampak lebih muda dan tidak turun.

Biasanya prosedur ini dipilih oleh pasien yang mengalami penurunan volume pada area pipi tetapi belum memiliki kekenduran berat di garis rahang atau leher.

Bagaimana Prosedur Face Lift Dilakukan?

Sebelum operasi, dokter akan melakukan evaluasi kondisi kulit, elastisitas wajah, struktur wajah, serta riwayat kesehatan pasien. Tahapan ini penting untuk menentukan teknik face lift yang paling sesuai.

Prosedur umumnya dilakukan menggunakan anestesi umum atau anestesi lokal dengan sedasi tergantung kompleksitas tindakan.

Secara umum, tahapan operasi meliputi:

  • Penandaan area tindakan
  • Pembuatan sayatan di area tersembunyi
  • Pengangkatan dan reposisi jaringan wajah
  • Pengencangan lapisan otot wajah
  • Pembuangan kulit berlebih
  • Penutupan luka operasi

Baca juga: Apakah Face Lift Artinya Aman untuk Anda? Ini Dia Cara untuk Meminimalisir Risiko

Kelebihan Face Lift

Face lift masih menjadi salah satu prosedur anti-aging yang banyak dipilih karena mampu memberikan perubahan yang cukup signifikan pada wajah.

Beberapa kelebihan prosedur ini antara lain:

1. Membantu Wajah Tampak Lebih Muda

Pengencangan jaringan wajah dapat membantu mengurangi kesan lelah dan tua akibat kulit yang mulai turun.

Hasilnya biasanya membuat wajah terlihat lebih segar tanpa harus mengubah bentuk asli wajah secara drastis.

2. Mengencangkan Kulit dan Jaringan Wajah

Tidak hanya kulit, face lift juga bekerja pada lapisan jaringan dan otot wajah bagian dalam. Itulah alasan hasilnya umumnya terlihat lebih natural dibandingkan treatment pengencangan biasa.

3. Hasil Lebih Tahan Lama

Dibandingkan prosedur non-bedah, hasil face lift cenderung bertahan lebih lama. Meskipun proses penuaan tetap berjalan, wajah biasanya tetap terlihat lebih kencang dibandingkan sebelum operasi.

Perbedaan Face Contouring dan Face Lift yang Perlu Diketahui

Masih banyak orang yang menganggap face contouring dan face lift adalah prosedur yang sama. Padahal, keduanya memiliki tujuan, teknik, hingga hasil akhir yang cukup berbeda.

Agar tidak salah memilih prosedur, berikut beberapa perbedaan penting antara face contouring dan face lift yang wajib dipahami:

1. Fokus Utama Tindakan

Perbedaan paling mendasar antara kedua prosedur ini terletak pada area yang menjadi target utama tindakan.

a. Face Contouring Fokus pada Struktur Tulang Wajah

Face contouring bekerja dengan membentuk ulang struktur wajah seperti:

  • Tulang rahang
  • Tulang pipi
  • Dagu

Tujuan utamanya adalah menciptakan bentuk wajah yang lebih simetris, lebih kecil, lebih tegas, atau lebih proporsional sesuai karakter wajah pasien.

Operasi ini biasanya dipilih oleh orang yang merasa kurang puas dengan bentuk dasar wajahnya, bukan akibat faktor usia. Bahkan pasien usia 20-an hingga 40-an dengan elastisitas kulit yang masih baik juga dapat menjadi kandidat face contouring apabila memiliki:

  • Wajah bulat
  • Rahang terlalu lebar
  • Tulang pipi menonjol
  • Dagu terlalu pendek atau terlalu lebar
  • Garis wajah kurang tegas

Pada wajah bulat misalnya, dokter dapat mengombinasikan operasi rahang, tulang pipi, dan dagu untuk menciptakan sudut wajah yang lebih ramping dan sculpted.

Baca juga: Tipe-Tipe Wajah yang Cocok Menjalani Prosedur Contouring Wajah

b. Face Lift Fokus pada Kulit dan Jaringan yang Mengendur

Face lift tidak mengubah struktur tulang wajah. Fokus utamanya adalah mengencangkan jaringan lunak wajah yang mulai turun akibat proses penuaan.

Beberapa kondisi yang biasanya ditangani melalui face lift antara lain:

  • Kulit kendur
  • Pipi turun
  • Garis senyum semakin dalam
  • Jowl di area rahang
  • Kulit leher mengendur

Pasien face lift umumnya berada pada usia 40 – 70 tahun, meskipun kini semakin banyak orang usia 35 – 50 tahun yang menjalani prosedur ini lebih awal untuk mempertahankan tampilan wajah yang lebih muda dalam jangka panjang.

2. Hasil Akhir yang Diberikan

Kedua prosedur sama-sama dapat memperbaiki tampilan wajah, tetapi hasil akhirnya memiliki karakter yang berbeda.

a. Hasil Face Contouring

Face contouring menghasilkan perubahan bentuk wajah yang lebih jelas. Prosedur ini dapat membuat wajah terlihat:

  • Lebih kecil
  • Lebih tirus
  • Lebih simetris
  • Memiliki garis rahang lebih tegas
  • Lebih proporsional

Perubahan tersebut terjadi lantaran struktur tulang wajah memang dibentuk ulang secara langsung. Efek hasilnya juga cenderung permanen karena perubahan dilakukan pada tulang wajah.

b. Hasil Face Lift

Face lift memberikan efek wajah yang lebih muda dan segar tanpa mengubah bentuk dasar wajah secara drastis.

Hasil yang biasanya terlihat antara lain:

  • Kulit wajah lebih kencang
  • Garis rahang lebih rapi
  • Pipi terlihat terangkat
  • Lipatan wajah berkurang
  • Tampilan wajah terlihat lebih fresh

Karakter asli wajah pasien umumnya tetap dipertahankan sehingga hasil terlihat lebih natural.

Baca juga: 5 Hasil Nyata yang Terlihat Setelah Melakukan Operasi Wajah (Face Lift)

3. Kandidat Pasien yang Cocok

Tidak semua orang cocok menjalani prosedur yang sama. Pemilihan tindakan biasanya disesuaikan dengan masalah utama pada wajah.

a. Kandidat Face Contouring

Face contouring lebih cocok untuk orang yang merasa kurang puas dengan bentuk tulang wajahnya.

Beberapa kandidat yang umumnya cocok menjalani prosedur ini antara lain:

  • Memiliki wajah bulat atau terlalu lebar
  • Rahang terlihat besar atau kotak
  • Tulang pipi terlalu menonjol
  • Dagu terlalu pendek atau tidak seimbang
  • Ingin memiliki garis wajah lebih tegas

Kondisi kulit yang masih elastis biasanya memberikan hasil yang lebih optimal setelah operasi.

b. Kandidat Face Lift

Face lift lebih direkomendasikan untuk orang yang mengalami tanda-tanda penuaan pada wajah.

Beberapa kondisi yang umum menjadi alasan menjalani face lift meliputi:

  • Kulit kendur
  • Pipi turun
  • Garis senyum dalam
  • Jowl di rahang
  • Leher mulai mengendur

Faktor usia bukan satu-satunya penentu, tetapi tingkat penuaan wajah dan elastisitas kulit juga sangat berpengaruh.

4. Masa Pemulihan dan Recovery

Perbedaan lainnya terletak pada proses pemulihan setelah operasi.

a. Recovery Face Contouring

Pemulihan face contouring biasanya membutuhkan waktu lebih panjang karena melibatkan tulang wajah.

Beberapa kondisi yang umum terjadi setelah operasi meliputi:

  • Bengkak cukup besar selama 5 – 7 hari pertama
  • Rahang terasa kaku atau kebas
  • Sulit mengunyah sementara
  • Harus menjalani liquid diet atau makanan lunak sekitar 1 bulan

Hasil akhir biasanya mulai terlihat lebih jelas setelah 3 – 6 bulan ketika pembengkakan mereda.

b. Recovery Face Lift

Face lift tetap membutuhkan recovery, tetapi fokus pemulihannya lebih banyak pada jaringan kulit dan otot wajah.

Pasien biasanya mengalami:

  • Bengkak ringan hingga sedang
  • Memar
  • Kulit terasa tertarik
  • Mati rasa sementara di area sayatan

Sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat dibandingkan prosedur pembentukan tulang wajah.

Baca juga: Operasi Face Lift di Korea: 5 Hal yang Perlu Diwaspadai Pasca Tindakan

Apakah Face Contouring dan Face Lift Bisa Dilakukan Bersamaan?

Jawabannya bisa. Bahkan dalam beberapa kondisi, kombinasi keduanya justru dapat memberikan hasil yang lebih maksimal.

Face contouring dan face lift bekerja pada lapisan wajah yang berbeda. Face contouring memperbaiki struktur tulang, sedangkan face lift mengencangkan kulit dan jaringan wajah.

Kombinasi keduanya sering dipertimbangkan pada pasien yang memiliki:

  • Struktur wajah lebar sekaligus kulit mulai kendur
  • Tulang wajah besar dengan garis rahang kurang tegas
  • Tanda penuaan disertai bentuk wajah yang kurang proporsional
  • Keinginan melakukan transformasi wajah secara menyeluruh

Pada pasien usia paruh baya, pembentukan tulang wajah tanpa pengencangan kulit terkadang dapat membuat kulit tampak lebih turun setelah operasi. Itulah sebabnya beberapa dokter menyarankan kombinasi face lift untuk membantu menjaga kekencangan wajah setelah contouring dilakukan.

Pendekatan gabungan ini juga cukup populer di Korea Selatan. Beberapa teknik modern bahkan menggunakan pendekatan tiga lapisan yang mencakup:

  • Pembentukan struktur tulang
  • Penyesuaian jaringan lunak wajah
  • Perbaikan kualitas dan kekencangan kulit

Baca juga: Face Contouring: Agar Rahang Tak Kaku, Lakukan Senam Wajah Pasca Operasi

Kelebihan Melakukan Face Contouring dan Face Lift Bersamaan

Kombinasi kedua prosedur dapat memberikan hasil yang lebih harmonis dibandingkan melakukan salah satunya saja.

1. Wajah Terlihat Lebih Kecil Sekaligus Lebih Kencang

Face contouring membantu membentuk garis wajah agar lebih ramping, sementara face lift membantu menjaga kulit tetap firm dan terangkat.

Hasil akhirnya biasanya membuat wajah tampak lebih kecil tetapi tetap kencang dan tidak terlihat turun.

2. Hasil Wajah Lebih Seimbang

Pada beberapa pasien, perubahan struktur tulang saja belum tentu cukup untuk menciptakan hasil optimal.

Pengencangan jaringan wajah membantu menyesuaikan kulit dengan bentuk wajah baru sehingga hasil akhir terlihat lebih natural dan proporsional.

3. Membantu Mencegah Kulit Terlihat Kendur Setelah Contouring

Pengurangan tulang wajah dapat membuat jaringan kulit tampak lebih longgar, terutama pada pasien dengan elastisitas kulit yang mulai menurun.

Face lift membantu mengatasi kondisi tersebut dengan mengencangkan jaringan wajah secara bersamaan.

4. Transformasi Wajah Lebih Menyeluruh

Kombinasi kedua prosedur dapat memperbaiki banyak aspek wajah sekaligus, mulai dari:

  • Bentuk rahang
  • Proporsi dagu
  • Kontur pipi
  • Kekencangan kulit
  • Garis rahang
  • Area leher

Pendekatan ini sering dipilih oleh pasien yang menginginkan perubahan wajah yang lebih komprehensif.

5. Masa Recovery Bisa Dilakukan Sekaligus

Melakukan dua prosedur dalam satu operasi memungkinkan pasien menjalani satu kali masa pemulihan dibandingkan harus recovery terpisah.

Meskipun proses operasinya lebih kompleks, banyak pasien merasa cara ini lebih efisien dibandingkan menjalani dua operasi berbeda dalam waktu terpisah.

Memahami perbedaan antara face contouring dan face lift membantu kamu untuk memutuskan tindakan operasi yang akan dilakukan atau bahkan bisa meyakinkan kamu untuk menggabungkan keduanya. 

Kamu bisa bekerja sama dengan Beutrip sebagai medical concierge yang akan mengurus kebutuhan operasi plastik kamu di Korea. Mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, sampai mendampingi kamu selama masa recovery di Korea. 

Jadi, rasanya lebih aman dan nyaman. Yuk, konsultasi dengan beauty consultant Beutrip sekarang juga!

Face Contouring dan Face Lift: Ini Perbedaan Antara Keduanya

Price Enquiry

Get ready for your transformation