Hubungi Kami

Liburan ke Korea Selatan: Do & Don’t yang Perlu Kamu Tahu

Liburan ke Korea Selatan bisa menjadi pengalaman yang jauh lebih menyenangkan kalau kamu mengerti berbagai kebiasaan dan aturan lokal sebelum berangkat. Yuk, simak do & don’t yang perlu kamu tahu agar liburan ke Korea Selatan lebih tenang, lancar, dan menyenangkan! 

Liburan ke Korea Selatan, Kapan Waktu yang Paling Tepat?

Dari keempat musim, musim semi dan musim gugur sering menjadi pilihan favorit wisatawan karena cuacanya relatif nyaman untuk berjalan-jalan dan pemandangan alamnya sedang berada pada kondisi terbaik. Berikut ulasan selengkapnya!

1. Musim Semi, Waktu Favorit untuk Berburu Bunga Sakura

Musim semi berlangsung sekitar Maret hingga Mei dan menjadi salah satu periode paling populer untuk berkunjung ke Korea Selatan. Setelah melewati musim dingin, suhu udara mulai menghangat dan berbagai jenis bunga mulai bermekaran. 

Cocok buat kamu yang ingin melihat bunga sakura. Seoul hingga Jinhae menawarkan pemandangan bunga yang menarik untuk dinikmati sambil berjalan kaki atau berburu foto.

Sebelum berangkat, sebaiknya:

  • Memeriksa prakiraan cuaca terbaru.
  • Mengecek informasi perkiraan waktu bunga sakura bermekaran.
  • Membandingkan kondisi di kota yang ingin dikunjungi.
  • Menyiapkan itinerary yang fleksibel jika waktu mekar bunga berubah.
  • Memesan hotel dan transportasi lebih awal, terutama jika bepergian pada periode puncak.

Dari sisi cuaca, Maret masih terasa cukup sejuk, terutama pada pagi dan malam hari. Memasuki April dan Mei, udara umumnya semakin nyaman untuk aktivitas luar ruangan. Jaket ringan tetap sebaiknya masuk ke dalam koper agar kamu tidak kedinginan ketika suhu turun pada malam hari.

Musim semi juga cocok untuk berbagai aktivitas yang tidak terlalu berat. Kamu bisa menghabiskan waktu dengan berjalan santai di taman, mengunjungi istana, menikmati kawasan perkotaan, atau menjelajahi destinasi alam.

Beberapa pilihan aktivitas yang menarik antara lain:

  • Menikmati bunga sakura di Seoul.
  • Berjalan-jalan di sekitar Gyeongbokgung.
  • Mengunjungi Namsan Seoul dan kawasan sekitarnya.
  • Melakukan pendakian ringan di taman nasional.
  • Menjelajahi Busan dan kawasan pesisir.
  • Menikmati festival musim semi yang sedang berlangsung.

Salah satu festival yang terkenal adalah Jinhae Gunhangje Festival. Festival bunga sakura di Jinhae termasuk acara musim semi yang populer dan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Pada 2026, festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret – 5 April.

Selain festival bunga, ada pula Lotus Lantern Festival atau Yeondeunghoe yang merupakan acara budaya besar di Seoul. Bagi kamu yang tertarik dengan sejarah dan budaya Korea, Goryeong Daegaya Festival juga bisa menjadi pilihan.   

Pertimbangkan Keramaian dan Biaya Perjalanan

Keindahan musim semi juga membuat periode ini termasuk high season. Jumlah wisatawan dapat meningkat, terutama ketika bunga sakura sedang bermekaran. Kondisi tersebut bisa berpengaruh terhadap harga dan ketersediaan akomodasi maupun transportasi. Artinya, kamu perlu melakukan persiapan lebih awal jika ingin bepergian pada musim semi. 

Baca juga: Mana Saja Destinasi Wisata Korea yang Wajib Dikunjungi Sehabis Oplas?

2. Musim Gugur, Pilihan untuk Menikmati Cuaca Sejuk dan Dedaunan Warna-warni

Musim gugur berlangsung sekitar September hingga November dan sering disebut sebagai salah satu waktu terbaik untuk berkunjung ke Korea Selatan. Setelah musim panas berlalu, suhu mulai menurun dan udara terasa lebih sejuk serta cenderung kering.

Daya tarik utama musim ini adalah perubahan warna dedaunan. Daun yang semula hijau perlahan berubah menjadi merah, oranye, dan kuning. Pemandangan tersebut membuat taman kota, pegunungan, kawasan bersejarah, hingga jalanan biasa terlihat jauh lebih menarik.

September menjadi masa peralihan dari musim panas menuju musim gugur. Memasuki Oktober hingga awal November, suasana biasanya semakin terasa seperti musim gugur. Suhu sekitar 10°C – 20°C dapat terasa nyaman untuk berjalan kaki dan melakukan aktivitas luar ruangan.

Kalau ingin melihat puncak perubahan warna daun di kawasan pegunungan, Seoraksan menjadi salah satu destinasi yang menarik. Bukhansan juga dapat dipertimbangkan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus keluar jauh dari Seoul.

Aktivitas yang bisa dilakukan pada musim gugur meliputi:

  • Mendaki Seoraksan.
  • Menjelajahi Bukhansan.
  • Berjalan-jalan di Gyeongbokgung.
  • Mengunjungi Bukchon Hanok Village.
  • Menikmati taman kota dengan suasana musim gugur.
  • Mengikuti festival budaya dan kuliner.
  • Berburu foto dedaunan yang berubah warna.

Musim gugur juga menawarkan pengalaman budaya yang berbeda. Salah satunya adalah Chuseok, hari libur tradisional penting di Korea. Tanggal Chuseok mengikuti kalender lunar sehingga berubah setiap tahun.

Musim gugur juga menjadi periode yang menarik bagi pencinta acara musik. Salah satu contohnya adalah Busan International Rock Festival yang pada 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2 – 4 Oktober.

Apakah Akhir Musim Gugur Lebih Tenang?

Jika kamu ingin mendapatkan perpaduan antara udara sejuk dan suasana yang tidak terlalu ramai, pertengahan hingga akhir November dapat dipertimbangkan. Pada periode ini, sebagian warna daun mungkin sudah mulai berkurang, tapi jumlah wisatawan dapat lebih sedikit dibandingkan masa puncak musim gugur.

Baca juga: 5 Kelebihan Operasi Plastik Korea Saat Musim Dingin

Apa Saja yang Harus Diperhatikan Saat Berkunjung ke Korea?

Liburan ke Korea Selatan akan terasa lebih nyaman jika kamu tidak hanya fokus menyusun itinerary, tapi juga memahami kebiasaan dan aturan tidak tertulis yang berlaku di sana. 

Memahami kebiasaan dasar dan menyiapkan beberapa kebutuhan praktis sudah cukup membantu agar perjalanan berjalan lebih lancar. Berikut tujuh hal yang sebaiknya kamu lakukan selama berada di Korea Selatan:

1. Gunakan Transportasi Umum untuk Berkeliling Kota

Transportasi umum menjadi salah satu pilihan paling praktis untuk menjelajahi kota-kota besar di Korea Selatan. Subway dan bus dapat menghubungkan banyak kawasan wisata dengan biaya yang relatif terjangkau. 

Selain lebih hemat dibandingkan menggunakan taksi untuk setiap perjalanan, transportasi umum juga dapat menghindari kemacetan pada jam sibuk. Hal ini cukup penting jika itinerary-mu berisi beberapa destinasi dalam satu hari.

Agar perjalanan lebih praktis, kamu bisa mempertimbangkan penggunaan kartu transportasi seperti T-money. Kartu ini dapat digunakan untuk kebutuhan transportasi umum sehingga kamu tidak perlu terus-menerus menyiapkan pembayaran untuk setiap perjalanan.

Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan sebelum menggunakan transportasi umum:

  • Pelajari stasiun subway terdekat dari hotel.
  • Simpan nama stasiun tujuan dalam tulisan Korea.
  • Periksa rute perjalanan sebelum keluar dari hotel.
  • Gunakan kartu transportasi untuk mempermudah pembayaran.
  • Beri waktu tambahan jika harus berpindah jalur subway.
  • Perhatikan pintu keluar stasiun karena satu stasiun bisa memiliki banyak exit.

Untuk taksi, kamu juga perlu mengetahui bahwa jenis kendaraan dapat memengaruhi tarif taksi. Taksi berwarna putih, oranye, atau perak umumnya merupakan taksi standar dengan tarif lebih terjangkau. Sementara itu, taksi hitam atau deluxe memiliki tarif lebih tinggi dan biasanya menawarkan kendaraan yang lebih nyaman.

Baca juga: Panduan Lengkap Operasi Plastik Korea untuk Pemula: Dari Konsultasi Hingga Pemulihan

2. Siapkan Uang Tunai Secukupnya

Pembayaran non-tunai memang sangat umum digunakan di Korea Selatan. Meski begitu, membawa uang tunai tetap menjadi langkah yang bijak. Beberapa toko kecil, kios tradisional, pedagang jajanan, dan pasar lokal mungkin lebih nyaman menerima pembayaran secara tunai.

Situasi seperti ini terutama dapat ditemui ketika kamu ingin mencoba makanan atau berbelanja di pasar tradisional. Jangan sampai pengalaman kuliner terhambat hanya karena semua uang yang dibawa berbentuk digital.

Tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah terlalu banyak. Siapkan secukupnya dan pisahkan dengan alat pembayaran utama agar lebih aman.

Uang tunai dapat berguna untuk:

  • Membeli jajanan dari pedagang kecil.
  • Berbelanja di pasar tradisional.
  • Membayar kebutuhan kecil yang tidak menyediakan opsi pembayaran yang kamu miliki.
  • Menjadi cadangan ketika terjadi masalah pada kartu atau metode pembayaran digital.

3. Biasakan Menggunakan Kedua Tangan Saat Memberikan atau Menerima Sesuatu

Salah satu etika sosial yang penting di Korea adalah cara menyerahkan dan menerima barang. Menggunakan kedua tangan dapat menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara, terutama ketika berinteraksi dengan orang yang lebih tua atau dalam situasi yang lebih formal.

Kebiasaan ini dapat diterapkan ketika kamu menerima atau memberikan uang, kartu, hadiah, minuman, maupun barang lainnya. Penggunaan kedua tangan menunjukkan bahwa kamu memberikan perhatian dan penghormatan terhadap orang yang sedang berinteraksi denganmu.

Contoh penerapannya cukup sederhana:

  • Terima uang atau kartu dengan kedua tangan.
  • Gunakan kedua tangan ketika memberikan hadiah.
  • Saat menerima sesuatu dari orang yang lebih tua, usahakan menggunakan kedua tangan.
  • Untuk barang kecil, tangan kanan dapat menjadi tangan utama dengan dukungan tangan kiri.
  • Sertai dengan gestur sopan, terutama dalam situasi formal.

4. Hormati Kursi Prioritas di Subway

Saat menggunakan subway, kamu akan menemukan kursi khusus yang diperuntukkan bagi kelompok tertentu. Kursi tersebut berada di bagian tertentu dalam gerbong dan biasanya memiliki penanda yang mudah dikenali.

Kursi untuk lansia, penyandang disabilitas, serta ibu hamil sebaiknya tidak digunakan sembarangan. Bahkan ketika gerbong terlihat kosong, wisatawan tetap dianjurkan untuk tidak menempati kursi yang diperuntukkan bagi kelompok prioritas tersebut.

Ketika naik subway, perhatikan area tempat duduk sebelum memilih kursi. Jika masih ragu, pilih kursi umum yang tidak memiliki tanda khusus.

Selain kursi prioritas, perhatikan pula ruang bagi penumpang lain. Jangan menghalangi pintu dengan koper dan berikan kesempatan kepada penumpang untuk turun sebelum kamu masuk.

5. Jaga Suara Tetap Rendah di Transportasi Umum

Subway di Korea Selatan bukan hanya alat transportasi, tapi juga ruang yang digunakan masyarakat untuk beristirahat selama perjalanan. Tidak sedikit penumpang yang memanfaatkan waktu perjalanan untuk tidur atau menikmati waktu tenang.

Itulah sebabnya berbicara dengan suara keras, tertawa berlebihan, atau melakukan panggilan telepon dengan volume tinggi sebaiknya dihindari. Perilaku tersebut dapat mengganggu penumpang lain.

Ketika berada di subway atau bus:

  • Gunakan volume suara yang rendah.
  • Hindari berbicara dengan suara keras.
  • Jika harus menerima telepon, pertimbangkan untuk berbicara sesingkat mungkin dengan suara pelan.
  • Gunakan pesan teks jika tidak ada kebutuhan mendesak untuk berbicara.
  • Atur volume video atau musik menggunakan earphone.
  • Jangan membuat suasana gerbong menjadi terlalu ramai.

Bagi wisatawan yang bepergian bersama keluarga atau teman, aturan ini juga penting. Rasa antusias setelah mengunjungi destinasi tertentu tentu wajar, tapi simpan percakapan yang lebih ramai sampai kamu berada di tempat yang sesuai.

6. Perhatikan Kapan Harus Melepas Sepatu

Melepas sepatu merupakan kebiasaan yang perlu kamu perhatikan ketika berada di tempat tertentu di Korea. Aturan ini tidak hanya berlaku ketika berkunjung ke rumah seseorang, tapi juga dapat ditemukan di beberapa restoran, penginapan tradisional, kuil, kafe, atau tempat lain yang menggunakan area duduk di lantai.

Salah satu petunjuk paling mudah adalah adanya lantai yang lebih tinggi atau rak khusus untuk meletakkan sepatu. Jika melihat tanda-tanda tersebut, perhatikan apakah pengunjung lain melepas alas kaki sebelum masuk atau tidak.

Tips praktisnya:

  • Pilih sepatu yang mudah dilepas.
  • Gunakan kaos kaki yang bersih.
  • Hindari kaos kaki berlubang.
  • Perhatikan rak sepatu atau sandal yang tersedia.
  • Ikuti kebiasaan pengunjung lain jika tidak ada petunjuk yang jelas.
  • Jangan langsung masuk dengan sepatu jika area tersebut tampak dirancang untuk tanpa alas kaki.

7. Jaga Kebersihan dan Siapkan Cara Navigasi yang Tepat

Tempat sampah di ruang publik tidak selalu mudah ditemukan. Jadi, jangan berasumsi bahwa kamu bisa langsung membuang botol minuman atau bungkus makanan setelah selesai menggunakannya.

Kamu bisa membawa kantong kecil yang dapat digunakan sementara untuk menyimpan sampah pribadi. Setelah menemukan tempat pembuangan yang sesuai, barulah sampah tersebut dibuang dengan benar. 

Selain menjaga kebersihan, kamu juga perlu mempersiapkan aplikasi navigasi yang sesuai. Naver Maps dapat menjadi pilihan penting ketika menjelajahi Korea Selatan. Aplikasi tersebut dapat membantu menunjukkan rute berjalan kaki, jadwal bus, pintu keluar subway, serta informasi lokasi yang lebih detail.

Untuk kebutuhan penerjemahan, Papago juga dapat membantu ketika kamu menghadapi tulisan Korea yang tidak dipahami. Aplikasi ini dapat digunakan untuk menerjemahkan teks, foto, maupun suara. 

Dengan persiapan tersebut, kamu akan lebih mudah untuk membaca menu, memahami papan petunjuk, atau berkomunikasi saat membeli sesuatu.

Bonus: Manfaatkan Fasilitas Tax Refund untuk Wisata Belanja

Kalau itinerary-mu mencakup banyak aktivitas belanja, jangan lupa memperhatikan toko yang menawarkan fasilitas bebas pajak atau tax refund. Toko yang menyediakan layanan tersebut biasanya memiliki tanda yang menunjukkan fasilitas bebas pajak atau layanan terkait.

Untuk transaksi yang memenuhi ketentuan, wisatawan dapat meminta dokumen yang diperlukan dari toko. Salah satu informasi yang perlu diperhatikan adalah batas minimum pembelian yang berlaku pada transaksi tertentu. 

Proses pengembalian pajak biasanya melibatkan pemindaian struk dan paspor di fasilitas pengembalian pajak di bandara. Pengembalian dapat dilakukan melalui metode yang tersedia, termasuk kartu atau uang tunai, sesuai ketentuan transaksi.

Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Liburan ke Korea?

Selain mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan, memahami hal-hal yang perlu dihindari juga penting agar liburan ke Korea Selatan tetap nyaman dan aman. Berikut tujuh hal yang sebaiknya kamu hindari selama berada di Korea Selatan:

1. Jangan Makan dan Minum Sambil Berjalan di Area yang Ramai

Makan sambil berjalan bukan kebiasaan yang umum dilakukan di Korea Selatan. Meski tidak selalu menjadi larangan resmi, wisatawan sebaiknya menikmati makanan di tempat yang memang disediakan, terutama ketika berada di kawasan ramai.

Kebiasaan ini bukan hanya berkaitan dengan sopan santun. Berjalan sambil membawa makanan atau minuman juga dapat meningkatkan kemungkinan makanan tumpah, mengotori area publik, atau membuat sampah tercecer.

Saat membeli jajanan dari pedagang kaki lima atau street food, bukan berarti kamu harus langsung menghabiskannya sambil berjalan. Cari area yang memungkinkan kamu menikmati makanan dengan lebih nyaman.

Hal yang sama berlaku untuk minuman. Jika membawa minuman, pastikan kemasannya tertutup rapat ketika berpindah tempat. Hindari meninggalkan gelas atau kemasan bekas di bangku, trotoar, atau area wisata.

Baca juga: Jajan Korea: Apa Saja yang Wajib Kamu Coba Saat Liburan?

2. Jangan Menyerobot Antrean

Budaya antre merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari di Korea Selatan. Kamu mungkin akan menemukannya ketika menunggu subway, bus, membeli makanan, masuk ke tempat wisata, hingga menunggu giliran di toko.

Ketika berada di stasiun atau halte, misalnya, tunggulah di belakang barisan yang sudah ada. Saat kendaraan datang, berikan kesempatan kepada penumpang di dalam untuk turun terlebih dahulu sebelum kamu masuk.

Beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari:

  • Menyela barisan.
  • Berdiri di depan orang yang sudah lebih dahulu menunggu.
  • Mendorong orang lain agar bisa masuk lebih cepat.
  • Berebut masuk sebelum penumpang lain keluar.
  • Meminta teman menyimpan tempat di antrean yang sudah panjang.

3. Jangan Mengambil Foto Orang Lain Secara Diam-diam

Korea Selatan memiliki perhatian yang cukup tinggi terhadap privasi dan hak seseorang atas gambar dirinya. Hal ini menjadi semakin penting ketika kamu mengambil foto di jalan, pasar, kafe, transportasi umum, atau kawasan yang ramai.

Ketika sedang berwisata, sangat mungkin ada orang lain yang masuk secara tidak sengaja ke dalam frame. Sebelum posting, pastikan untuk menyamarkan muka orang lain tersebut.

Jika seseorang menjadi subjek utama foto, sebaiknya minta izin terlebih dahulu. Jangan mengarahkan kamera secara diam-diam kepada orang yang tidak kamu kenal hanya karena menurutmu penampilannya menarik atau sesuai dengan konsep foto perjalanan.

Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:

  • Jangan sengaja memotret wajah orang asing dari jarak dekat tanpa izin.
  • Hindari mengarahkan kamera secara terus-menerus kepada seseorang.
  • Jika ingin berfoto bersama orang lokal, tanyakan terlebih dahulu.
  • Periksa latar belakang sebelum mengunggah foto ke media sosial.
  • Hormati permintaan seseorang jika mereka tidak ingin difoto.

4. Jangan Makan atau Minum di Dalam Bus

Salah satu aturan yang perlu benar-benar diperhatikan adalah larangan makan dan minum di dalam bus. 

Dalam penerapannya, penumpang dapat diminta turun jika ketahuan makan atau minum di dalam bus. Dalam kondisi tertentu, pelanggaran juga dapat dikenai sanksi.

Ada perbedaan penting antara membawa makanan dan mengonsumsi makanan. Membawa makanan diperbolehkan, namun sebaiknya jangan membawa makanan yang berpotensi tumpah atau berbau kuat.

Jadi, sebelum naik bus:

  • Habiskan makanan terlebih dahulu di tempat yang sesuai.
  • Simpan makanan dengan aman selama perjalanan.
  • Jangan membuka kemasan makanan untuk dimakan di dalam bus.
  • Hindari minuman yang mudah tumpah.
  • Perhatikan aturan yang ditempelkan di kendaraan.
  • Jika ingin makan, tunggu sampai turun dan menemukan area yang sesuai.

5. Jangan Salah Membuang Tisu Toilet

Perhatikan keberadaan tempat sampah sebelum membuang tisu.

Jika toilet memiliki sistem pembuangan yang memungkinkan tisu dibuang ke kloset dan tidak ada petunjuk sebaliknya, ikuti sistem tersebut. Sebaliknya, jika tersedia tempat sampah khusus dan terdapat petunjuk untuk membuang tisu di sana, jangan memaksakan membuang tisu ke dalam kloset.

Hal ini penting untuk menghindari masalah saluran pembuangan, terutama di fasilitas atau bangunan yang infrastrukturnya lebih tua.

Prinsip sederhananya adalah ikuti petunjuk di toilet yang kamu gunakan. Jangan berasumsi bahwa semua toilet memiliki sistem pembuangan yang sama.

Selain tisu toilet, sampah lain seperti kemasan, pembungkus, atau barang yang tidak larut dalam air sebaiknya tidak dibuang ke kloset.

6. Jangan Berasumsi Semua Orang Bisa Berbahasa Inggris

Perbedaan bahasa merupakan salah satu tantangan yang mungkin kamu hadapi ketika bepergian di Korea Selatan. Jangan berasumsi bahwa semua orang yang kamu temui akan mampu berbicara bahasa Inggris.

Daripada memaksakan percakapan panjang dalam bahasa Inggris, lebih baik persiapkan alat komunikasi tambahan.

Kemampuan membaca beberapa huruf dasar saja sudah dapat membantu mengenali nama stasiun, papan jalan, nama menu, atau petunjuk sederhana.

Pelajari juga beberapa frasa pendek yang sering digunakan, seperti:

  • Annyeonghaseyo untuk menyapa.
  • Gamsahamnida untuk berterima kasih.
  • Joesonghamnida untuk meminta maaf.
  • Eodi-eyo? untuk menanyakan lokasi.
  • Eolma-eyo? untuk menanyakan harga.

Jika mengalami kesulitan, gunakan aplikasi penerjemah seperti Papago. Fitur penerjemahan melalui foto dapat membantu membaca menu atau papan informasi yang menggunakan bahasa Korea.

7. Jangan Mengandalkan Koneksi Internet Tanpa Persiapan

Walaupun Wi-Fi tersedia di berbagai tempat di Seoul, termasuk pada area transportasi tertentu, mengandalkan Wi-Fi publik sepenuhnya bukan pilihan yang ideal. Kamu bisa saja berada di tempat yang koneksinya lemah atau tidak memiliki akses Wi-Fi ketika sedang membutuhkan navigasi.

Data seluler juga perlu dipersiapkan dengan matang. Wisatawan dapat mempertimbangkan SIM card prabayar atau eSIM yang sesuai dengan durasi perjalanan. Pilihan tersebut memungkinkan kamu tetap terhubung ketika berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Selain koneksi internet, selalu siapkan alternatif offline. Simpan alamat hotel, tiket, reservasi, dan informasi penting di ponsel sehingga tetap bisa diakses ketika jaringan bermasalah.

Liburan ke Korea Selatan akan terasa lebih menyenangkan jika kamu sudah memahami bukan hanya destinasi yang ingin dikunjungi, tapi juga kebiasaan, aturan, dan budaya yang berlaku di sana. 

Bagi kamu yang berencana menggabungkan liburan dengan perawatan kecantikan atau prosedur operasi plastik di Korea Selatan, persiapannya tentu membutuhkan perhatian lebih. 

Di sinilah layanan medical concierge seperti Beutrip dapat membantu. Beutrip dapat mencari klinik atau dokter yang sesuai kebutuhan, memberi estimasi biaya, dan pendampingan dalam proses konsultasi sampai pasca prosedur. 

Dengan adanya pendampingan, kamu bisa lebih fokus menikmati perjalanan sekaligus mempersiapkan kebutuhan perawatan dengan lebih tenang. Konsultasi dengan Beutrip sekarang, yuk! 

Liburan ke Korea Selatan: Do & Don’t yang Perlu Kamu Tahu

Price Enquiry

Get ready for your transformation