Hubungi Kami

Bagaimana Cara Atasi Jidat Lebar dan Alis yang Turun Sekaligus?

Jidat lebar sering kali membuat proporsi wajah terlihat kurang seimbang, apalagi jika disertai alis yang turun atau tampak berat. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, garis rambut yang terlalu tinggi, penuaan, hingga perubahan elastisitas kulit. 

Saat ini, ada dua prosedur yang cukup populer untuk membantu mengatasi masalah tersebut, yaitu forehead reduction dan forehead lift. Keduanya sama-sama dilakukan di area dahi, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. 

Berikut penjelasan selengkapnya tentang kedua prosedur. Yuk, simak!

Apa Itu Forehead Reduction?

Forehead reduction adalah prosedur bedah estetika yang bertujuan mengurangi tinggi dahi dengan cara menurunkan garis rambut (hairline lowering surgery). Operasi ini dilakukan untuk menciptakan proporsi wajah yang lebih seimbang, terutama pada orang dengan dahi tinggi atau garis rambut yang terlalu jauh ke belakang.

Berbeda dengan forehead lift yang fokus mengangkat area alis dan kulit dahi, forehead reduction lebih menitikberatkan pada pemendekan area dahi secara langsung. Prosedur ini banyak dipilih karena hasilnya bisa terlihat lebih cepat dibanding metode lain seperti transplantasi rambut.

Tujuan dan Manfaat Forehead Reduction

Forehead reduction bukan hanya soal estetika semata, tetapi juga membantu memperbaiki keseimbangan struktur wajah secara keseluruhan. Banyak orang merasa area dahi yang terlalu luas membuat wajah tampak lebih panjang atau kurang proporsional.

Beberapa manfaat dari prosedur ini antara lain:

  • Membantu memendekkan ukuran dahi agar lebih proporsional
  • Menurunkan garis rambut yang terlalu tinggi
  • Membuat wajah terlihat lebih kecil dan seimbang
  • Memperhalus transisi antara garis rambut dan dahi
  • Memberikan tampilan garis rambut yang lebih natural
  • Membantu memperbaiki bentuk samping dahi
  • Memberi efek wajah yang tampak lebih muda

Selain itu, prosedur ini juga sering dipilih oleh pasien yang sebelumnya menjalani transplantasi rambut atau brow lift tetapi masih merasa garis rambut terlalu tinggi.

Siapa yang Cocok Menjalani Forehead Reduction?

Tidak semua orang dengan dahi lebar otomatis cocok menjalani forehead reduction. Dokter biasanya akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan apakah prosedur ini aman dan efektif dilakukan.

Secara umum, kandidat yang cocok meliputi:

1. Memiliki Garis Rambut Tinggi

Orang dengan hairline tinggi biasanya memiliki area dahi yang tampak lebih luas. Kondisi ini sering dipengaruhi faktor genetik.

2. Memiliki Dahi Lebar yang Mengganggu Proporsi Wajah

Banyak pasien merasa area atas wajah terlihat terlalu dominan dibanding area mata, hidung, atau dagu.

3. Memiliki Elastisitas Kulit Kepala yang Baik

Kulit kepala perlu cukup fleksibel agar dapat ditarik ke bawah saat prosedur dilakukan. Ini dikenal sebagai scalp laxity.

4. Memiliki Rambut Tebal

Rambut yang cukup tebal membantu menyamarkan bekas sayatan dan menciptakan hasil garis rambut yang lebih natural.

5. Ingin Hasil Cepat Dibanding Transplantasi Rambut

Transplantasi rambut membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga hasil terlihat. Sementara forehead reduction dapat langsung menurunkan garis rambut dalam satu tindakan operasi.

6. Pernah Menjalani Brow Lift atau Hair Grafting

Beberapa pasien merasa posisi garis rambut masih terlalu tinggi setelah prosedur lain dilakukan, sehingga forehead reduction menjadi tindakan tambahan yang dipertimbangkan.

Namun, prosedur ini mungkin kurang direkomendasikan pada orang dengan riwayat kebotakan genetik berat karena perubahan garis rambut di masa depan dapat memengaruhi hasil operasi.

Baca juga: Bagaimana Cara Mengatasi Jidat Lebar secara Permanen?

Bagaimana Prosedur Forehead Reduction Dilakukan?

Forehead reduction termasuk tindakan bedah yang umumnya dilakukan menggunakan anestesi umum. Pada beberapa kasus, anestesi lokal tambahan digunakan untuk membantu mengurangi rasa nyeri dan perdarahan di area operasi.

Prosedurnya dilakukan melalui beberapa tahapan penting agar hasil terlihat natural sekaligus meminimalkan bekas luka.

1. Konsultasi dan Perencanaan Garis Rambut

Sebelum operasi dimulai, dokter akan melakukan analisis bentuk wajah, posisi garis rambut, dan ukuran dahi secara detail.

Pada tahap ini biasanya dilakukan:

  • Pengukuran tinggi dahi
  • Evaluasi elastisitas kulit kepala
  • Penentuan desain hairline baru
  • Penandaan area sayatan menggunakan surgical marker

Tahap desain sangat penting karena menentukan hasil akhir proporsi wajah.

2. Pembuatan Sayatan di Area Garis Rambut

Dokter kemudian membuat sayatan di sepanjang garis rambut menggunakan teknik pretrichial incision. Sayatan biasanya dibuat miring mengikuti arah akar rambut.

Teknik ini bertujuan untuk:

  • Menjaga folikel rambut tetap utuh
  • Mengurangi risiko kerusakan saraf
  • Membantu menyamarkan bekas luka
  • Mempertahankan tampilan garis rambut alami

Bekas sayatan umumnya tersembunyi di balik rambut setelah masa pemulihan.

3. Pengangkatan Area Dahi yang Berlebih

Kulit dahi yang telah ditentukan sebelumnya akan diangkat secara hati-hati. Setelah itu, kulit kepala ditarik ke bawah agar garis rambut berpindah ke posisi baru.

Pada beberapa teknik, dokter dapat menggunakan endotine sebagai alat fiksasi jaringan lunak.

Apa Itu Endotine?

Endotine adalah alat pendukung berbahan aman yang digunakan untuk membantu menahan jaringan pada posisi baru setelah ditarik.

Fungsinya antara lain:

  • Membantu mengencangkan jaringan
  • Menstabilkan posisi kulit kepala
  • Membuat hasil lebih simetris
  • Mendukung proses penyembuhan jaringan

Material ini telah digunakan dalam berbagai prosedur estetika area dahi dan alis.

4. Penjahitan dan Penyamaran Bekas Luka

Setelah posisi garis rambut baru tercapai, dokter akan menjahit area sayatan dengan teknik khusus agar bekas luka seminimal mungkin.

Penutupan luka dilakukan secara detail untuk:

  • Menyamarkan scar
  • Mengurangi tegangan kulit
  • Membantu pertumbuhan rambut di sekitar sayatan
  • Memberi hasil estetika yang lebih rapi

Karena akar rambut tetap dipertahankan, rambut biasanya dapat tumbuh di sekitar area bekas operasi sehingga garis sayatan makin sulit terlihat.

Masa Pemulihan Setelah Forehead Reduction

Sebagian besar pasien dapat pulang beberapa jam setelah operasi selesai. Namun, proses pemulihan tetap membutuhkan perhatian khusus agar hasil optimal.

Beberapa hal yang umum terjadi selama masa recovery meliputi:

  • Bengkak ringan di area dahi
  • Sensasi tegang pada kulit kepala
  • Mati rasa sementara
  • Memar ringan di sekitar dahi atau mata

Biasanya jahitan dilepas sekitar 1 – 2 minggu setelah operasi. Dokter juga akan menjadwalkan kontrol berkala untuk memastikan proses penyembuhan berjalan baik.

Apa Itu Forehead Lift?

Forehead lift adalah prosedur bedah estetika yang dilakukan untuk mengencangkan area dahi dan mengangkat posisi alis agar tampak lebih muda serta segar. Prosedur ini dikenal juga dengan istilah brow lift atau bedah angkat dahi karena fokus utamanya bukan memendekkan dahi, melainkan memperbaiki jaringan kulit, otot, dan posisi alis yang mulai turun.

Forehead lift hadir sebagai solusi untuk membantu memperbaiki area wajah bagian atas secara menyeluruh. Tidak hanya membuat dahi lebih kencang, prosedur ini juga dapat membuka area mata sehingga ekspresi wajah terlihat lebih cerah dan segar.

Tujuan dan Manfaat Forehead Lift

Forehead lift memiliki tujuan utama untuk mengembalikan tampilan area dahi dan alis agar terlihat lebih muda. Namun manfaat prosedur ini sebenarnya cukup luas karena menyangkut keseluruhan area wajah bagian atas.

Beberapa manfaat forehead lift antara lain:

  • Mengencangkan kulit dahi yang mulai kendur
  • Mengurangi garis halus dan kerutan di area dahi
  • Mengangkat posisi alis yang turun
  • Membantu membuka area mata agar tampak lebih segar
  • Mengurangi kesan wajah lelah atau marah
  • Membantu memperbaiki proporsi wajah bagian atas
  • Memberikan efek wajah yang lebih muda
  • Memberi hasil yang lebih tahan lama dibanding prosedur non-bedah

Siapa yang Cocok Menjalani Forehead Lift?

Tidak semua orang membutuhkan forehead lift. Biasanya prosedur ini direkomendasikan pada pasien yang mengalami tanda penuaan di area atas wajah atau memiliki posisi alis yang turun.

Berikut beberapa kondisi yang dianggap cocok menjalani forehead lift:

1. Memiliki Alis yang Turun atau Kendur

Posisi alis yang turun sering membuat kelopak mata terlihat berat. Pada beberapa orang, kondisi ini bahkan membuat area mata tampak lebih kecil dan kurang segar.

2. Mengalami Kerutan Dahi yang Dalam

Kerutan yang muncul akibat penuaan atau ekspresi wajah berulang kadang tidak bisa diatasi hanya dengan skincare atau treatment non-bedah.

3. Ingin Tampilan Wajah Lebih Muda

Forehead lift membantu membuat area wajah bagian atas terlihat lebih terbuka sehingga memberi efek wajah yang lebih fresh.

4. Memiliki Kulit Dahi yang Mulai Mengendur

Kulit yang kehilangan elastisitas dapat membuat area dahi tampak turun dan berat.

5. Ingin Memperbaiki Area Mata Tanpa Mengubah Bentuk Mata

Beberapa pasien sebenarnya bukan bermasalah pada kelopak mata, tetapi pada posisi alis yang terlalu turun. Dalam kondisi ini, forehead lift bisa menjadi solusi yang lebih tepat dibanding operasi kelopak mata.

Baca juga: Epicanthoplasty dan Lateral Canthoplasty: Solusi Perbaiki Mata Sayu Anda

Kenapa Alis Turun Bisa Membuat Wajah Tampak Lebih Tua?

Area alis memiliki peran besar dalam membentuk ekspresi wajah. Saat alis turun, jaringan di sekitar mata ikut terdorong ke bawah sehingga wajah terlihat lebih berat.

Beberapa perubahan yang sering muncul akibat alis turun antara lain:

  • Mata tampak sayu
  • Kelopak mata terlihat lebih tebal
  • Wajah terlihat lelah
  • Ekspresi tampak galak atau murung
  • Garis kerutan di dahi makin jelas

Oleh karena itu, forehead lift sering dianggap sebagai prosedur anti-aging area atas wajah yang cukup efektif.

Baca juga: Apa Itu SMAS Lifting? Simak Penjelasannya, Sebelum Berangkat ke Korea!

Bagaimana Prosedur Forehead Lift Dilakukan?

Forehead lift dilakukan melalui beberapa tahapan untuk membantu mengangkat jaringan dahi dan memperbaiki posisi alis. Teknik yang digunakan bisa berbeda tergantung kondisi pasien dan pendekatan dokter bedah.

Secara umum, prosedurnya berlangsung sekitar 1 – 3 jam.

1. Tahap Konsultasi dan Analisis Wajah

Sebelum operasi dilakukan, dokter akan mengevaluasi:

  • Posisi alis
  • Kedalaman kerutan dahi
  • Elastisitas kulit
  • Struktur wajah bagian atas
  • Kondisi kelopak mata
  • Garis rambut pasien

Tahap ini penting untuk menentukan teknik forehead lift yang paling sesuai.

2. Pemberian Anestesi

Forehead lift biasanya dilakukan menggunakan:

  • Anestesi umum
  • Sedasi ringan dengan anestesi lokal

Pemilihan anestesi tergantung teknik operasi dan kondisi pasien.

3. Pembuatan Sayatan Minimal

Dokter kemudian membuat beberapa sayatan kecil di area garis rambut atau kulit kepala.

Pada teknik minimal invasif, sayatan biasanya berukuran sekitar 1–2 cm dan disembunyikan di balik rambut agar bekas luka tidak mudah terlihat.

Teknik ini membantu:

  • Meminimalkan scar
  • Mengurangi trauma jaringan
  • Mempercepat pemulihan
  • Memberi hasil lebih natural

4. Penggunaan Endoskopi

Dalam prosedur modern, dokter sering menggunakan alat endoskopi beresolusi tinggi.

Alat kecil ini dimasukkan melalui sayatan untuk membantu dokter melihat struktur jaringan di bawah kulit secara detail tanpa perlu membuka area dahi terlalu besar.

Teknik endoskopi membuat operasi menjadi lebih presisi sekaligus minim invasif.

5. Pengangkatan dan Pengencangan Jaringan Dahi

Setelah jaringan terlihat jelas, dokter akan:

  • Mengangkat jaringan kulit yang turun
  • Mengencangkan otot dahi
  • Memperbaiki posisi alis
  • Mengurangi tekanan pada area mata

Tahapan ini menjadi inti utama forehead lift karena menentukan hasil akhir tampilan wajah.

6. Penggunaan Endotine Implant

Pada beberapa teknik modern, dokter menggunakan endotine implant untuk membantu mempertahankan posisi jaringan setelah diangkat.

Apa Itu Endotine Implant?

Endotine merupakan alat fiksasi jaringan lunak yang aman dan dapat menyatu dengan tubuh secara bertahap.

Fungsinya meliputi:

  • Menahan jaringan agar tetap pada posisi baru
  • Membantu hasil lebih stabil
  • Mengurangi risiko jaringan turun kembali
  • Membantu proses penyembuhan lebih optimal

Teknik ini juga banyak digunakan pada prosedur lifting area dahi dan alis karena hasilnya cenderung lebih kuat dan tahan lama.

7. Penutupan Sayatan

Setelah posisi jaringan diperbaiki, dokter akan menutup sayatan menggunakan teknik jahitan khusus.

Tujuannya untuk:

  • Menyamarkan bekas luka
  • Menjaga garis rambut tetap natural
  • Mengurangi tegangan pada kulit
  • Mendukung penyembuhan yang lebih baik

Lokasi sayatan yang tersembunyi di area rambut, bekas operasi biasanya sulit terlihat setelah proses pemulihan selesai.

Baca juga: Perhatikan! 8 Perawatan Luka Pasca Operasi Plastik di Korea

Perbedaan Forehead Reduction dan Forehead Lift

Meski sama-sama dilakukan di area dahi, forehead reduction dan forehead lift sebenarnya memiliki tujuan, teknik, serta hasil akhir yang berbeda, seperti:

1. Perbedaan Tujuan Utama Prosedur

Perbedaan paling mendasar terletak pada tujuan tindakan yang dilakukan.

Forehead Reduction Fokus Memendekkan Dahi

Forehead reduction bertujuan mengurangi tinggi dahi secara fisik dengan cara menurunkan garis rambut ke posisi yang lebih rendah. Prosedur ini membantu membuat proporsi wajah terlihat lebih seimbang, terutama pada orang dengan jidat lebar atau hairline terlalu tinggi.

Hasil utama yang ingin dicapai biasanya meliputi:

  • Dahi tampak lebih pendek
  • Garis rambut lebih maju
  • Wajah terlihat lebih proporsional
  • Area atas wajah tampak lebih kecil

Forehead Lift Fokus Mengencangkan dan Meremajakan Area Dahi

Sementara itu, forehead lift bertujuan memperbaiki tanda penuaan di area wajah bagian atas.

Fokus prosedur ini meliputi:

  • Mengurangi kerutan dahi
  • Mengangkat alis yang turun
  • Membuka area mata
  • Mengencangkan kulit dan otot dahi

Oleh karena itu, forehead lift lebih identik dengan prosedur rejuvenation atau peremajaan wajah.

2. Perbedaan Masalah yang Diatasi

Kedua prosedur ini juga menangani keluhan yang berbeda.

Forehead Reduction untuk Dahi Tinggi dan Garis Rambut Mundur

Forehead reduction lebih cocok untuk masalah struktural dan proporsi wajah.

Beberapa kondisi yang biasanya ditangani antara lain:

  • Dahi terlalu tinggi
  • Garis rambut terlalu jauh ke belakang
  • Proporsi wajah bagian atas terlalu panjang
  • Area jidat tampak dominan

Masalah ini sering dipengaruhi faktor genetik.

Forehead Lift untuk Tanda Penuaan dan Alis Turun

Forehead lift lebih ditujukan untuk masalah penuaan jaringan.

Kondisi yang biasanya menjadi indikasi meliputi:

  • Kerutan dalam di dahi
  • Alis turun atau kendur
  • Mata tampak sayu
  • Kulit dahi mengendur
  • Wajah terlihat lelah atau lebih tua

Pasien forehead lift umumnya datang dengan keluhan tampilan wajah yang mulai berubah akibat usia.

3. Perbedaan Hasil Akhir yang Didapatkan

Hasil yang terlihat setelah prosedur juga berbeda karena tujuan keduanya memang tidak sama.

Hasil Forehead Reduction

Setelah forehead reduction, perubahan yang biasanya terlihat adalah:

  • Garis rambut lebih rendah
  • Dahi tampak lebih pendek
  • Wajah terlihat lebih kecil
  • Proporsi wajah lebih seimbang

Namun, prosedur ini tidak selalu mengangkat posisi alis secara signifikan.

Hasil Forehead Lift

Sementara forehead lift biasanya menghasilkan:

  • Dahi lebih halus
  • Kerutan berkurang
  • Alis tampak lebih terangkat
  • Mata terlihat lebih terbuka
  • Wajah tampak lebih muda

Forehead lift tidak secara khusus mengecilkan ukuran dahi, terutama bila garis rambut tetap berada di posisi yang sama.

Kenapa Forehead Lift dan Forehead Reduction Lebih Efektif Jika Dilakukan Sekaligus?

Saat dilakukan bersamaan, hasilnya bisa terlihat lebih harmonis dan menyeluruh. Berikut alasan mengapa sebaiknya dilakukan bersamaan:

Baca juga: Lebih Hemat Biaya & Waktu! Gabungin Face Contouring, Rhinoplasty, dan Blepharoplasty dalam Satu Operasi

1. Membantu Mengatasi Jidat Lebar dan Alis Turun Sekaligus

Salah satu alasan utama kedua prosedur ini sering dikombinasikan adalah karena banyak pasien mengalami dua masalah tersebut secara bersamaan.

Forehead reduction membantu:

  • Menurunkan garis rambut
  • Memendekkan area dahi
  • Membuat proporsi wajah lebih ideal

Sementara forehead lift membantu:

  • Mengangkat alis yang turun
  • Membuka area mata
  • Mengurangi kesan wajah lelah

Jika hanya jidat lebar yang diperbaiki tanpa mengangkat alis, wajah kadang masih terlihat berat di area mata. Sebaliknya, bila hanya alis diangkat tetapi ukuran dahi tetap terlalu tinggi, proporsi wajah atas bisa tetap tampak panjang.

Kombinasi keduanya membuat perubahan wajah terlihat lebih seimbang secara keseluruhan.

2. Memberikan Hasil Wajah yang Lebih Harmonis

Area dahi, alis, dan mata saling berhubungan dalam membentuk ekspresi wajah. Karena itu, memperbaiki hanya satu area terkadang membuat area lain terlihat kurang sinkron.

Kombinasi forehead reduction dan forehead lift membantu menciptakan transisi yang lebih natural antara garis rambut, dahi, alis, dan area mata. Hasilnya, wajah tidak hanya terlihat lebih muda, tetapi juga lebih proporsional.

Perubahan yang biasanya terlihat meliputi:

  • Dahi tidak tampak terlalu dominan
  • Mata terlihat lebih terbuka
  • Ekspresi wajah tampak lebih segar
  • Area atas wajah terlihat lebih seimbang

Efek harmonisasi inilah yang sering sulit dicapai bila prosedur dilakukan secara terpisah.

3. Membantu Efek Anti-Aging Terlihat Lebih Maksimal

Forehead lift memang efektif membantu mengurangi tanda penuaan, tetapi hasil rejuvenation bisa terasa kurang optimal bila pasien masih memiliki jidat lebar yang sangat dominan.

Saat forehead reduction ditambahkan, area atas wajah akan tampak lebih pendek dan lebih seimbang. Kombinasi ini membantu menciptakan efek wajah yang lebih muda secara keseluruhan.

Beberapa manfaat anti-aging yang biasanya lebih terasa antara lain:

  • Kerutan dahi tampak berkurang
  • Kulit terlihat lebih kencang
  • Mata tampak lebih segar
  • Wajah terlihat lebih ringan
  • Area atas wajah tidak tampak “kosong”

Perubahan terjadi pada struktur sekaligus jaringan wajah, sehingga hasilnya sering terlihat lebih signifikan dibanding hanya mengencangkan kulit saja.

Baca juga: Face Lift di Korea Selatan: Tujuan, Biaya, dan Persiapan untuk Pasien Indonesia

4. Mengurangi Risiko Hasil yang Kurang Proporsional

Pada beberapa kasus, melakukan hanya satu prosedur bisa memunculkan ketidakseimbangan visual. Contohnya:

Jika Hanya Forehead Reduction Dilakukan

Dahi memang menjadi lebih pendek, tetapi:

  • Alis bisa tetap terlihat turun
  • Mata masih tampak berat
  • Ekspresi wajah tetap terlihat lelah

Jika Hanya Forehead Lift Dilakukan

Area mata memang terlihat lebih terbuka, tetapi:

  • Dahi bisa tetap tampak terlalu tinggi
  • Proporsi wajah bagian atas masih panjang
  • Garis rambut tetap terlihat mundur

Dengan menggabungkan kedua prosedur, dokter dapat menyesuaikan seluruh area wajah bagian atas secara lebih presisi sehingga hasil akhirnya tampak lebih natural.

5. Proses Pemulihan Bisa Dilakukan dalam Satu Masa Recovery

Melakukan forehead reduction dan forehead lift sekaligus juga dianggap lebih efisien dari sisi recovery.

Bila kedua prosedur dilakukan dalam satu sesi operasi, pasien umumnya hanya perlu menjalani:

  • Satu kali anestesi
  • Satu periode pemulihan utama
  • Satu rangkaian kontrol pasca operasi

Hal ini sering dianggap lebih praktis dibanding menjalani operasi secara terpisah dalam waktu berbeda.

Selain itu, kombinasi prosedur juga membantu dokter merancang hasil akhir wajah secara menyeluruh sejak awal, sehingga penyesuaian antar area dahi dan alis dapat dilakukan lebih optimal.

Baca juga: Antara Biaya Operasi Plastik Seluruh Wajah Sekaligus dengan Cicil per Bagian, Mana yang Lebih Murah?

Kekurangan Bila Hanya Menjalani Salah Satu Prosedur Saja

Forehead reduction dan forehead lift memang sama-sama dilakukan di area dahi, tetapi keduanya bekerja pada masalah yang berbeda. Jika pasien sebenarnya memiliki beberapa keluhan sekaligus, namun hanya menjalani satu prosedur, hasil akhirnya kadang terasa kurang maksimal, seperti:

1. Hasil Wajah Bisa Terlihat Kurang Seimbang

Wajah bekerja sebagai satu kesatuan. Saat hanya satu area diperbaiki sementara area lain tetap bermasalah, keseimbangan visual wajah kadang menjadi kurang harmonis. Contohnya:

Setelah Forehead Reduction Saja

  • Dahi lebih pendek
  • Tetapi area mata masih tampak berat
  • Alis tetap rendah
  • Ekspresi wajah belum terlihat segar

Setelah Forehead Lift Saja

  • Alis terlihat naik
  • Mata lebih terbuka
  • Tetapi jidat masih tampak luas

Perbedaan ini membuat hasil akhir terkadang terlihat kurang menyatu.

Kombinasi prosedur biasanya membantu menciptakan transisi yang lebih natural antara garis rambut, dahi, alis, dan mata.

2. Efek Peremajaan Wajah Bisa Kurang Maksimal

Banyak pasien menjalani prosedur area dahi karena ingin tampak lebih muda. Namun, efek anti-aging biasanya lebih optimal bila seluruh masalah di area wajah atas ikut diperbaiki.

Jika hanya satu prosedur dilakukan, beberapa tanda aging mungkin masih terlihat, seperti:

Bila Hanya Forehead Lift

Kerutan dan alis memang membaik, tetapi:

  • Dahi tinggi masih memberi kesan wajah panjang
  • Proporsi wajah belum berubah signifikan

Bila Hanya Forehead Reduction

Ukuran dahi membaik, tetapi:

  • Kulit kendur masih terlihat
  • Alis turun belum teratasi
  • Mata masih tampak sayu

Akibatnya, perubahan usia wajah mungkin tidak terlihat maksimal meski operasi sudah dilakukan. Dengan memperbaiki beberapa aspek sekaligus, hasil wajah biasanya terlihat lebih harmonis, seimbang, dan natural dibanding hanya memperbaiki satu bagian saja. 

Jika kamu tertarik menjalani kedua prosedur bersamaan, kamu bisa konsultasi lebih dulu dengan Beutrip. Sebagai medical concierge, Beutrip akan membuat pengalaman operasi plastikmu khususnya di Korea jadi lebih aman dan menyenangkan. Jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Yuk, hubungi Beutrip sekarang!

Bagaimana Cara Atasi Jidat Lebar dan Alis yang Turun Sekaligus?

Price Enquiry

Get ready for your transformation