Operasi plastik Korea menjadi pilihan banyak pasien internasional yang ingin mendapatkan hasil estetika lebih optimal dalam satu perjalanan medis. Tidak sedikit pasien memilih menjalani beberapa prosedur operasi plastik sekaligus agar hasilnya lebih harmonis.
Meski demikian, menggabungkan beberapa prosedur bukan berarti semua tindakan bisa dilakukan secara bersamaan tanpa pertimbangan. Dokter akan mengevaluasi kondisi kesehatan pasien, lama operasi, tingkat keamanan, hingga target hasil akhir sebelum menentukan kombinasi prosedur yang paling sesuai.
Lalu, prosedur apa saja yang memang lebih baik dilakukan dalam satu kali operasi? Serta, berapa maksimal prosedur yang bisa digabungkan? Berikut penjelasan lengkapnya, yuk simak!
Contoh Prosedur Operasi Plastik yang Lebih Baik Dilakukan Sekaligus
Tidak semua operasi plastik perlu dipisahkan menjadi beberapa tahap. Dalam praktik bedah plastik modern, terdapat sejumlah kombinasi prosedur yang memang sudah sering dilakukan dan terbukti mampu memberikan hasil yang lebih seimbang.
Berikut beberapa contoh prosedur yang paling sering digabungkan:
1. Mommy Makeover: Kombinasi Operasi untuk Mengembalikan Bentuk Tubuh Setelah Melahirkan
Mommy makeover merupakan salah satu kombinasi operasi plastik yang paling populer di dunia. Prosedur ini dirancang untuk memperbaiki perubahan tubuh setelah kehamilan, persalinan, dan menyusui yang umumnya sulit diatasi hanya dengan diet maupun olahraga.
Perubahan tubuh pasca melahirkan dapat terjadi di beberapa area sekaligus. Misalnya, kulit perut menjadi kendur, otot perut mengalami pemisahan, payudara kehilangan volume atau turun, hingga muncul penumpukan lemak di bagian pinggang dan perut. Seluruh kondisi tersebut dapat diperbaiki melalui satu rangkaian operasi yang terencana.
Kombinasi mommy makeover umumnya meliputi:
- Tummy tuck (abdominoplasty) untuk membuang kulit berlebih sekaligus mengencangkan otot perut.
- Breast augmentation untuk menambah volume payudara menggunakan implan.
- Breast lift (mastopexy) untuk mengangkat posisi payudara yang kendur.
- Liposuction pada area pinggang, perut, atau flank guna membentuk kontur tubuh yang lebih proporsional.
Keuntungan utama mommy makeover bukan hanya untuk memperbaiki satu bagian tubuh, melainkan mengembalikan proporsi tubuh secara keseluruhan. Hasilnya terlihat lebih menyatu dibandingkan jika setiap prosedur dilakukan dalam waktu yang berbeda.
2. Facelift, Brow Lift, dan Blepharoplasty untuk Rejuvenasi Wajah Menyeluruh
Penuaan tidak hanya terjadi pada satu bagian wajah. Kulit dahi mulai turun, alis kehilangan posisi ideal, kelopak mata menjadi berat, pipi mengendur, hingga garis rahang tampak kurang tegas. Apabila hanya satu area yang diperbaiki, hasil akhirnya terkadang terlihat kurang seimbang.
Inilah alasan mengapa facelift sering dikombinasikan dengan prosedur rejuvenasi wajah lainnya.
Masing-masing prosedur memiliki fungsi berbeda, yaitu:
- Facelift membantu mengencangkan bagian tengah hingga bawah wajah sehingga pipi yang turun, garis rahang yang mengendur, serta lipatan di sekitar mulut menjadi lebih halus.
- Brow lift atau forehead lift berfungsi mengangkat posisi alis sekaligus mengurangi kerutan pada dahi. Area mata pun terlihat lebih segar tanpa memberikan kesan wajah yang kaku.
- Blepharoplasty memperbaiki kulit berlebih di kelopak mata atas maupun kantung mata pada kelopak bawah sehingga mata tampak lebih terbuka dan tidak terlihat lelah.
Baca juga: Operasi Kelopak Mata: Tujuan, Jenis, Prosedur, dan Biaya
Saat ketiga prosedur ini dilakukan bersamaan, hasilnya menjadi lebih harmonis. Wajah tampak lebih muda secara menyeluruh tanpa terlihat seperti hanya satu bagian yang mengalami perubahan.
3. Facelift dan Neck Lift untuk Menciptakan Kontur Wajah yang Lebih Serasi
Salah satu kesalahan yang sering dihindari dalam operasi anti-aging adalah hanya mengencangkan wajah tetapi membiarkan area leher tetap mengalami penuaan.
Kulit leher yang kendur dapat membuat hasil facelift terlihat kurang maksimal. Wajah yang tampak lebih muda tapi leher masih menunjukkan banyak lipatan, akan menciptakan kontras yang cukup jelas.
Oleh sebab itu, facelift sering dikombinasikan dengan neck lift.
Melalui kombinasi ini, dokter dapat memperbaiki beberapa kondisi sekaligus, seperti:
- Kulit kendur pada wajah bagian bawah.
- Jowl atau pipi bawah yang turun.
- Double chin akibat kulit mengendur.
- Garis rahang yang kehilangan definisi.
- Kulit leher yang berlipat.
Hasil akhirnya akan memberikan transisi yang lebih alami antara wajah dan leher. Kontur wajah tampak lebih tegas, sedangkan keseluruhan penampilan terlihat lebih muda tanpa perubahan yang terkesan berlebihan.
4. Tummy Tuck dan Liposuction untuk Membentuk Kontur Perut Lebih Maksimal
Tummy tuck dan liposuction sering dianggap memiliki fungsi yang sama, padahal keduanya saling melengkapi.
Liposuction bertujuan menghilangkan lemak berlebih yang sulit hilang melalui olahraga atau pola makan. Sebaliknya, tummy tuck berfungsi membuang kulit kendur sekaligus memperbaiki otot perut yang melemah.
Jika hanya melakukan liposuction pada pasien yang memiliki kulit berlebih, kulit justru bisa tampak semakin kendur setelah lemak diangkat.
Sebaliknya, tummy tuck tanpa mengurangi lemak yang masih menumpuk di sekitar pinggang dapat membuat hasil pembentukan kontur tubuh kurang proporsional.
Kombinasi ini sangat sering dilakukan pada pasien pasca penurunan berat badan maupun wanita pasca melahirkan.
Baca juga: Liposuction adalah Prosedur dengan Efek Samping, Berikut Pencegahannya!
5. Rhinoplasty dengan Prosedur Wajah Lain untuk Menjaga Keseimbangan Proporsi
Hidung merupakan pusat wajah sehingga perubahan kecil pada bentuk hidung dapat memengaruhi keseluruhan penampilan.
Dalam beberapa kasus, dokter menyarankan rhinoplasty dikombinasikan dengan prosedur lain agar proporsi wajah menjadi lebih seimbang, bukan hanya fokus pada hidung.
Beberapa kombinasi yang sering dilakukan antara lain:
- Rhinoplasty dan chin implant untuk memperbaiki keseimbangan profil wajah.
- Rhinoplasty dan facelift bagi pasien yang ingin memperbaiki bentuk hidung sekaligus mengatasi tanda penuaan.
- Rhinoplasty dan septoplasty (septorhinoplasty) untuk memperbaiki bentuk hidung sekaligus mengatasi gangguan pernapasan akibat deviasi septum.
- Rhinoplasty dengan operasi payudara pada pasien yang ingin memanfaatkan satu kali perjalanan operasi untuk memperbaiki lebih dari satu area tubuh.
Keuntungan pendekatan ini adalah perubahan yang dihasilkan terlihat lebih proporsional. Sebagai contoh, hidung yang dibuat lebih tinggi akan tampak semakin seimbang apabila dagu juga memiliki proyeksi yang sesuai.
Begitu pula pada pasien yang menjalani septorhinoplasty, aspek estetika dan fungsi hidung dapat diperbaiki dalam satu tindakan operasi sehingga pasien tidak perlu menjalani dua prosedur terpisah.
Baca juga: Biaya Revisi Hidung Lebih Mahal: Pentingnya Pilih Dokter & Klinik Terpercaya
Alasan Menggabungkan Beberapa Prosedur Operasi Plastik
Menggabungkan beberapa prosedur operasi plastik bukan sekadar mengikuti tren. Di berbagai klinik dan rumah sakit bedah plastik, pendekatan ini sudah menjadi pilihan yang cukup umum selama kondisi pasien memenuhi syarat dan dokter menilai tindakan tersebut aman untuk dilakukan.
Apalagi sebenarnya, kombinasi prosedur dapat memberikan berbagai keuntungan, seperti:
1. Menghemat Waktu Selama Proses Operasi hingga Pemulihan
Salah satu alasan terbesar pasien memilih menjalani beberapa prosedur sekaligus adalah efisiensi waktu. Apabila setiap operasi dilakukan secara terpisah, pasien harus mengulang seluruh rangkaian perawatan dari awal.
Terlebih bagi pasien internasional yang datang ke Korea Selatan. Setiap perjalanan juga berarti harus kembali mengatur jadwal cuti, penerbangan, akomodasi, hingga transportasi lokal.
Dengan menggabungkan beberapa prosedur dalam satu kali operasi, seluruh proses operasi dari mulai persiapan hingga recovery, cukup dilakukan sekali. Pendekatan ini membuat perjalanan medis jadi jauh lebih praktis.
Baca juga: Perawatan Pasca Operasi Plastik: Kapan Boleh Naik Pesawat dari Korea?
2. Biaya Keseluruhan Menjadi Lebih Efisien
Selain menghemat waktu, kombinasi operasi juga dapat membantu menekan total biaya yang harus dikeluarkan pasien. Bukan berarti harga setiap prosedur menjadi lebih murah, tapi beberapa komponen biaya jadi hanya perlu dibayarkan satu kali.
Contohnya meliputi:
- Biaya penggunaan ruang operasi.
- Biaya anestesi umum.
- Pemeriksaan sebelum operasi.
- Biaya administrasi rumah sakit tertentu.
Pada beberapa rumah sakit atau klinik, pasien yang menjalani beberapa prosedur sekaligus juga berpeluang memperoleh paket harga atau penawaran khusus. Besarnya tentu berbeda pada setiap institusi medis. Namun, secara keseluruhan biaya yang dikeluarkan sering kali lebih murah dibanding menjalani operasi secara terpisah dalam waktu berbeda.
3. Masa Pemulihan Hanya Dilalui Satu Kali
Setiap operasi plastik membutuhkan waktu pemulihan. Jika prosedur dilakukan secara bertahap, pasien harus menjalani masa istirahat berkali-kali sesuai dengan jenis operasi yang dipilih.
Sebagai contoh, seseorang yang menjalani rhinoplasty terlebih dahulu, kemudian beberapa bulan berikutnya melakukan facelift, akan mengalami dua periode pemulihan yang berbeda. Aktivitas sehari-hari pun harus kembali disesuaikan setiap kali menjalani operasi.
Sebaliknya, ketika beberapa prosedur yang aman digabungkan dalam satu tindakan, pasien memang akan menghadapi proses pemulihan yang sedikit lebih kompleks pada awalnya. Namun, seluruh area tubuh akan pulih secara bersamaan sehingga hanya ada satu periode downtime.
4. Mengurangi Frekuensi Paparan Anestesi Umum
Banyak prosedur bedah plastik, seperti liposuction, tummy tuck, breast augmentation, maupun facelift, dilakukan menggunakan anestesi umum. Meskipun teknik anestesi modern telah berkembang dan dinilai aman jika dilakukan oleh tim medis berpengalaman, setiap pemberian anestesi tetap memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan.
Apabila operasi dilakukan secara terpisah, pasien harus menjalani anestesi umum berulang kali. Setiap tindakan berarti ada proses persiapan, pemantauan, hingga pemulihan dari efek anestesi yang harus dilalui kembali.
Menggabungkan beberapa prosedur memungkinkan pasien hanya menjalani satu kali anestesi umum selama seluruh tindakan masih berada dalam batas waktu yang dinilai aman oleh dokter dan dokter anestesi.
5. Memberikan Hasil yang Lebih Menyeluruh dan Harmonis
Selain pertimbangan efisiensi, alasan penting lainnya adalah kualitas hasil akhir. Banyak bagian tubuh saling berkaitan sehingga memperbaiki satu area saja terkadang belum menghasilkan perubahan yang benar-benar seimbang.
Sebagai contoh:
- Facelift sering dikombinasikan dengan neck lift atau blepharoplasty agar seluruh wajah mengalami peremajaan secara merata.
- Tummy tuck biasanya dipadukan dengan liposuction sehingga tidak hanya mengencangkan kulit, tetapi juga membentuk kontur tubuh yang lebih proporsional.
- Mommy makeover menggabungkan beberapa prosedur sekaligus untuk mengembalikan bentuk tubuh setelah kehamilan secara menyeluruh, bukan hanya memperbaiki satu bagian.
Pendekatan ini membuat dokter dapat merencanakan keseluruhan proporsi tubuh atau wajah dalam satu tindakan operasi. Hasilnya akhirnya akan terlihat lebih natural, seimbang, dan proporsional, dibanding melakukan perubahan secara bertahap.
Baca juga: 3 Prosedur Operasi dalam Facial Contouring Agar Hasil Lebih Maksimal
Maksimal Prosedur yang Bisa Dilakukan dalam Satu Waktu
Tidak ada aturan yang menyebutkan jumlah pasti berapa banyak prosedur operasi plastik yang boleh digabungkan dalam satu kali tindakan. Keputusan tersebut tidak ditentukan berdasarkan jumlah operasinya, melainkan kondisi kesehatan pasien, jenis prosedur yang dipilih, estimasi lama operasi, serta proses pemulihan setelah tindakan.
Selama seluruh faktor tersebut masih berada dalam batas aman, dokter dapat menggabungkan beberapa prosedur dalam satu sesi operasi.
Meski begitu, sebagian besar ahli bedah plastik memiliki batasan terkait durasi operasi. Banyak dokter menyarankan agar total waktu anestesi umum untuk operasi plastik rata-rata tidak melebihi dari maksimal 6 jam.
Beberapa dokter bahkan membatasi antara 4 – 5 jam demi meminimalkan risiko komplikasi. Apabila kombinasi prosedur diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama, operasi biasanya akan dibagi menjadi dua tahap agar keselamatan pasien tetap menjadi prioritas.
Faktor yang Menentukan Banyaknya Prosedur yang Bisa Digabungkan
Keputusan untuk menggabungkan beberapa operasi akan dievaluasi secara menyeluruh oleh dokter bedah plastik. Beberapa pertimbangan utamanya meliputi:
- Kondisi kesehatan pasien, termasuk riwayat penyakit, hasil pemeriksaan laboratorium, hingga kesiapan menjalani anestesi umum.
- Total durasi operasi, karena semakin lama pasien berada di bawah anestesi, semakin besar pula risiko komplikasi pascaoperasi.
- Jenis prosedur yang dipilih, sebab tidak semua kombinasi operasi dapat dilakukan secara bersamaan.
- Area tubuh yang dioperasi, terutama jika melibatkan bagian tubuh dengan risiko kontaminasi bakteri yang lebih tinggi.
- Proses pemulihan, sehingga kombinasi prosedur tidak menyulitkan pasien selama masa recovery.
Baca juga: 5 Alasan Wajib Konsultasi ke Dokter Sebelum Operasi Plastik di Korea
Tidak Semua Kombinasi Operasi Direkomendasikan
Walaupun banyak kombinasi prosedur terbukti aman, ada beberapa tindakan yang sebaiknya tidak dilakukan dalam satu sesi operasi.
Contohnya adalah tummy tuck dan Brazilian Butt Lift (BBL). Kedua prosedur memiliki kebutuhan posisi tubuh yang saling bertentangan selama masa pemulihan. Pasien tummy tuck perlu menjaga area perut, sedangkan pasien BBL tidak dianjurkan memberikan tekanan pada bokong selama beberapa waktu. Kombinasi ini dapat mengganggu proses penyembuhan sehingga sering kali tidak direkomendasikan untuk digabung.
Keamanan Harus Selalu Menjadi Prioritas
Keinginan memperoleh hasil maksimal dalam satu kali operasi memang cukup menarik. Namun, tujuan tersebut tidak boleh mengesampingkan faktor keselamatan. Dokter yang berpengalaman akan lebih memilih membagi operasi menjadi beberapa tahap apabila kombinasi prosedur dinilai terlalu panjang, terlalu kompleks, atau berisiko meningkatkan komplikasi.
Baca juga: 6 Cara Memilih Dokter Bedah Plastik di Korea
Oleh karena itu, pastikan operasi dilakukan oleh dokter bedah plastik yang memiliki sertifikasi resmi dan berpengalaman dalam menangani prosedur kombinasi. Dokter yang kompeten akan menyusun rencana operasi berdasarkan kondisi masing-masing pasien, bukan sekadar memenuhi keinginan untuk melakukan sebanyak mungkin prosedur dalam satu waktu.
Jika kamu berencana menjalani operasi plastik di Korea, layanan medical concierge seperti Beutrip dapat membantu seluruh proses menjadi lebih mudah dan nyaman. Mulai dari memberi rekomendasi prosedur yang bisa kamu gabungkan, klinik dan dokter yang cocok menanganinya, penjadwalan konsultasi, pendampingan selama berada di Korea, hingga bantuan komunikasi dengan pihak klinik.
Semuanya dapat difasilitasi sehingga kamu bisa lebih fokus menjalani operasi dan proses pemulihan dengan tenang. Yuk, konsultasi dengan Beutrip sekarang!